Setelah Turun Tajam, Harga Minyak Berbalik Naik

New York, Seruu.Com - Harga minyak dunia berbalik naik (rebound) pada Jumat atau Sabtu pagi (22/9/2012), setelah selama sepekan mengalami penurunan tajam, tetapi analis tetap "bearish" (lesu) karena prospek perlambatan lebih lanjut untuk pertumbuhan ekonomi global.

Kontrak acuan New York, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman November, naik 47 sen dari Kamis menjadi ditutup pada 92,89 dolar AS per barel, lapor AFP.

Di London, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman November berakhir naik 1,39 dolar AS menjadi menetap pada 111,42 dolar AS per barel.

Para analis melihat kenaikan sebagai lebih dari koreksi dari penjualan berat di awal pekan, ketika kedua kontrak jatuh 7-8 dolar AS per barel.

"Saya tidak akan terlalu bersemangat untuk WTI `bulls` (bergairah), ini hanya sedikit pengangkatan sebelum akhir pekan," ujar Rich Ilczyszyn dari iiTrader.com.

"Kami hanya sedikit jenuh jual (oversold) ... Setelah penurunan delapan dolar, Anda memiliki beberapa aksi ambil untung," katanya.

David Bouckhout dari TD Securities mengatakan, pembicaraan bahwa Spanyol bisa segera menetapkan sebuah kesepakatan penyelamatan untuk menopang keuangannya, juga mendorong pembelian.

Sebuah laporan Financial Times pada Jumat mengatakan, otoritas Uni Eropa sedang bekerja di belakang layar untuk mempersiapkan program penyelamatan baru dan pembelian obligasi terbatas oleh Bank Sentral Eropa (ECB) untuk Madrid, yang akan diluncurkan minggu depan.

"Rumor bahwa Spanyol melihat pada opsi dana talangan (bailout) ... bisa baik untuk aset-aset berisiko," kata Bouckhout.

Dia juga menunjuk ketegangan yang sedang berlangsung di Timur Tengah, yang katanya menawarkan "dukungan konsisten untuk pasar minyak." [ant]

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: (0 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU