Rudi Rubiandini Keluhkan Minimnya Penerimaan Negara Dari Sektor Mineral
Wamen ESDM Rudi Rubiandini (Aini/Seruu.com)

Jakarta, Seruu.com - Wakil Menteri ESDM Rudi Rubiandini memaparkan minimnya penerimaan negara dari tahun 2009-2012 yang diterima dari sektor tambang maupun mineral, dan berbeda jauh dengan penerimaan pada sektor migas yang jauh lebih besar.

Dengan melihat beban lingkungan lebih kecil pada sektor migas ia merasa tidak fair saat usaha mining mebuat botak hutan, melepas tanah, bahkan membabat hutan dan menjual tanah air yang ia nilai membebani lingkungan begitu besar dengan pendapatan negara yang begitu kecil.

"Pada migas sebaliknya dari mineral, berapa pendapatan negara yang didapatkan sementara kerusakan lingkungan jadi konsentrasi. Jangan kita terkesima kita sebagai negara kaya, jangan terpengaruh lagu koes plus, kita punya tidak lebih dari 0,3% cadangan minyak begitu juga gas tidak lebih dari 1,1% cadangannya yang mana kita mengklaim bahwa kita kaya raya", ucap Rudi kemarin, Jumat (21/9/2012).

Dengan minimnya penerimaan negara ini pihaknya meminta agar pemaksimalan energi baru dan terbarukan segera dilakukan, karena jika energi tersebut tidak dihidupkan maka negara akan mati karena tidak bisa perangi subsidi BBM.

"Kita memang masih punya batubara tapi jangan lupa kita juga punya matahari yang bersinar selama 12 jam sehari 365 hari pertahun, ombak, angin, gheotermal kita harus menghidupkan ini, bagaimana bisa menang kalau BBM subsidinya begitu besar dan energ baru dan terbarukan menjadi tidak hidup?". ucapnya.

Oleh karenanya KESDM menurutnya selalu berupaya untuk fokus pada energi jangka panjang, karena dengan beban APBN yang begitu besar untuk subsidi yang memperlambat pembangunan infrastruktur energi, padahal dengan subsidi 127 triliun untuk BBM menurutnya akan mampu membangun infrastruktur baru karean selama 15 tahun ini tidak ada infrastruktur baru yang berhasil dibangun.[Ain]

KOMENTAR SERUU