Pemerintah dan DPR Setujui Cost Recovery Migas Sebesar Rp 139 triliun
Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR, Satya W Yudha

Jakarta, Seruu,com - Pemerintah dan DPR telah menyepakati pergantian biaya produksi (cost recovery) pengeboran minyak dan gas (migas) untuk perusahaan minyak atau Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) US$ 15,5 miliar atau Rp 139,5 triliun di 2013. Hal ini disampaikan anggota Komisi VII DPR RI Satya W Yudha kemarin, Jumat (21/9/12).

"Banggar (Badan Anggaran DPR) telah menyetujui besaran cost recovery tahun depan sebesar US$ 15,5 miliar," kata Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR, Satya W Yudha kepada wartawan di Jakarta, Jumat (21/9/2012).

Satya menambahkan besaran cost recovery US$ 15,5 miliar tersebut disetujui DPR karena ada syarat tambahan penerimaan dari sektor hulu migas pada 2013 sebesar US$ 1 miliar.

"Tapi besaran cost recovery tersebut dengan syarat ada tambahan penerimaan negara di sektor hulu migas sebesar US$ 1 miliar, yang berasal dari hasil renegosiasi kontrak-kontrak gas seperti renegosiasi Gas Tanggung ke China dan harga gas domestik," ungkap Satya.

Berdasarkan data yang didapat dari Banggar, cost recovery di 2013 sebesar US$ 15,54 miliar berasal dari perhitungan eksplorasi dan development sebesar US$ 3,7 miliar, produksi migas sebesar US$ 7,8 miliar, recapital US$ 1,9 miliar, unrecover cost US$ 9 miliar, dan carry over dari tahun sebelumnya US$ 1,3 miliar. [Ain]

KOMENTAR SERUU