Berharap Dapat Terkoneksi, PLTA Poso Uji Coba Sistem Pembangkit
Ilustrasi (Istimewa)

Poso, Seruu.com - Pembangkit Listrik Tenaga Air Poso II di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, melakukan uji coba sistem pembangkit dan diharapkan dapat terkoneksi dengan jaringan PT PLN mulai Oktober 2012.

Proses uji coba PLTA berkekuatan 3 X 65 megawatt (MW) itu ditinjau oleh Manajer Area Palu PT PLN, Suroso, di Desa Sulewana, Kecamatan Pamona Timur, Poso, Minggu (23/9/2012).

Di lokasi PLTA, Suroso mendapatkan penjelasan soal uji coba PLTA oleh Direktur Proyek PT Poso Energy Arifuddin dan Dirut PT Poso Energy Ahmad Kalla.

Menurut Suroso, pihak Poso Energy terus melakukan serangkaian ujicoba untuk mendapatkan kondisi terbaik sebelum terkoneksi dengan jaringan milik PLN. "Untuk mendapatkan yang terbaik, harus ada terus tes dan tes," katanya menegaskan.

Tes itu tidak hanya menyangkut performa mesin pembangkit tapi juga mulai dari kondisi air hingga menyamakan tegangan, frekuensi dan fasa agar antara arus milik PLTA dengan standar PLN.

"Sejauh ini tidak ada kendala saat ujicoba. Jika ujicoba berhasil maka akan ada sertifikat dari PLN agar jaringan PLTA dapat terkoneksi dengan PLN," ujarnya.

Kalau dalam tiga atau empat hari ke depan, sertifikat kelayakan listrik sudah keluar, maka listrik PLTA bisa tersambung dengan PLN.

Ia mengatakan, dari tiga turbin yang ada, baru dua turbin yang sedang menjalani ujicoba, sedangkan satu turbin akan diujicoba pada Oktober 2012.

Jika PLTA ini sudah terkoneksi dengan PLN, maka PLN Area Palu akan mendapatkan tambahan pasokan daya sebanyak 65 MVA (megavolt amper), sedangkan sisa daya PLTA akan dikirim ke Sulawesi Selatan.

Suroso berharap agar setelah PLTA terhubung dengan jaringan PLN di Sulawesi Selatan akan segera diikuti penyambungan lima MVA yang akan dipakai untuk melayani Tentena dan Kabupaten Poso.

Sedangkan 60 MVA akan bisa didistibusi ke Kota Palu melalui jaringan transmisi yang direncanakan akan selesai dibangun pada Juni 2013.

"Kalau transmisi selesai, ya Kota Palu bisa dapat pasokan dari PLTA. Untuk tahap awal, baru lima MVA yang masuk ke Tentena dan Poso," katanya menegaskan.

Sementara itu Ahmad Kalla menambahkan memang saat ini sebagian besar listrik PLTA akan didistribusikan ke Sulsel namun ada kemungkinan justru Sulteng yang akan mendapatkan pasokan listrik lebih besar.

"Kondisi listrik di Sulsel sudah surplus sekarang dan dipastikan akan dialirkan ke Sulteng." katanya.

Jika nanti jatah pasokan ke Sulsel dialihkan ke Sulteng namun bukan berarti pasokan listrik Sulteng akan aman dalam jangka pendek, katanya.

"Setahun atau dua tahun masih cukup Sulteng tapi setelah itu bisa-bisa gak cukup lagi karena permintaan listrik terus meningkat," ujarnya.

Jika PLTA ini telah mengirim listrik ke Palu maka PLN Palu akan mematikan pembangkit berbahan bakar solar yang tidak efisien.

Dengan mendapatkan pasokan PLTA ini, PLN Palu hanya membutuhkan Rp700,00 sampai Rp800,00 per KWH untuk beli listrik sedangkan harga pembelian listrik PLN Palu saat ini Rp2.800,00 per KWH.

Sedangkan PLN Palu menjual listrik ke palanggan Rp650,00 per KWH.[ant]

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: (0 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU