Janji Komisi VII Panggil Minerba Meleset, Fraksi Golkar: Pemanggilan Itu Oleh Banggar Karena Terkait Royalti
Anggota Faksi Golkar Satya W Yudha (Foto: Nurul Ainiyah/Seruu.com)

Jakarta, Seruu.com - Jika minggu kemarin anggota Komisi VII Satya W Yudha berjanji akan adakan rapat dengar pendapat dengan Direktorat Jendral Minerba, Kementrian Energi Sumber Daya dan Mineral untuk meminta penjelasan tentang perkembangan renegosiasi KK terutama dengan perusahaan tambang besar seperti Freeport, Inco dan Newmont.

Namun pernyataan berlawanan yang didapatkan Seruu.com kemarin, Senin (24/9/2012) dari politisi Golkar ini. Ia menyampaikan bahwa masalah renegosiasi dirapatkan bukan dengan Komisi VII tapi dengan Banggar (Badan Anggaran) dalam rangka peningkatan pendapatan negara bukan pajak/royalti.

"Baru listrik dan BBM, minerba di Banggar bukan komisi 7 juga bukan dengan Menteri tapi Dirjen dalam rangka peningkatan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) atau  masalah royalti, yang diharapkan lebih besar dari Pendapatan Negara Dari Pajak (PNDP)", kata Satya kepada Seruu.com (24/9/2012).

Meskipun berkelit tentang pemanggilan ESDM pihaknya tetap berharap renegosiiasi Freeport, Newmont dan Vale yang diperkirakan selesai tahun 2013 mendapat deal royalti 5% smpai 10%.

"Kalau mereka minta perpanjangan sampai  2041 sekarang gini perpajakan adalah subject dari poin renegosiasi, maka kontraktor harus dengarkan permintaan pemerintahdan dan DPR. Tapi sebaiknya tidak diperpanjang", ucapnya.

Satya menyatakan kesetujuannya atas peningkatan permintaan royalti sebesar  10% dari pemerintah namun menolak dengan tegas perpanjangan kontrak hingga tahun 2041.

"Jelas tidak setuju, nanti kita lihat i'tikad baik dari mereka lakukan renegosiasi. Kalau  mintanya perpanjangn pemerintah berhak untuk tidak perpanjang dan royaltinya ditinggikan, divestasi perusahaan negara atau BUMN harus bisa masuk disitu dengan saham yang besar sampai 51%, itu hak pemerintah semua. Kalau ia minta terserah,   tapi yang mengiyakan kan pemerintah atas dorongan dari DPR", tandasnya. [Ain]

KOMENTAR SERUU