Meski Harga Batubara Menurun, PT TIM Klaim Tidak Ada Penurunan Permintaan Pasar
Director PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITM), Leksono Poeranto (Foto: Nurul Ainiyah/Seruu.com)

Jakarta, Seruu.com - Penurunan harga batubara pada akhir Agustus lalu diperkirakan membuat penerimaan negara turun, penurunan ini berkisar USD46 yaitu dari USD126/ton menjadi USD80/ton. Meskipun sempat turun, namun PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITM) mengakui tidak ada dampak yang signifikan terhadap perusahaan, dengan rata-rata penjualan ITM senilai USD 90/ton. Hal ini disampaikan Director ITM Leksono Poeranto ketika ditemui di Jakarta, Kamis (27/9/2012) kemarin sore.

"Produksi masih sesuai target, bulan September ini penjualan kita 18,2 juta ton dan selling price masih sekitar USD 91/ton. Kami yakin target tahun ini bisa tercapai," tutur Poeranto.

Penurunan harga batubara ini diakuinya berpengaruh terhadap situasi pasar yang mengakibatkan rencana akuisisi belum bisa final tahun ini. Tapi Poeranto menyatakan belum merevisi target produksi seperti yang  bebarapa perusahaan lain lakukan.

"Kami belum ada pasar baru, yang pasti target kita sekitar 22 juta ton untuk tahun ini. Pengurangan permintaan tidak terjadi hanya pengurangan revenue, cuma 10 persen plus minus yang jelas ada pengurangan tapi tidak terlallu signifikan," tambahnya.

Disinggung mengenai target pasar pihaknya menuturkan dari tiga negara importir batubara yaitu Cina, Korea Selatan dan Jepang tidak ada yang mendominasi dari ketiganya dengan harga penjualan dilakukan revisi setahun sekali sesuai dengan peraturan pemerintah. Sedangkan untuk pengurangan cost ia menyatakan lebih selektif dengan mengadakan kegiatan yang salah satunya dengan inovasi gasifikasi BBM. [Ain]

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: (0 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU