JATAM Desak ESDM Harus Tunduk Kepada UU 32/2009
Logo JATAM (Istimewa)

Jakarta, Seruu.com- Melihat 70 persen Kerusakan Lingkungan Indonesia yang disebabkan oleh operasi pertambangan dan industri ekstraktif, yang jelas melanggar UU 32/2009 tentang Pengelolaan dan Perlindungan Lingkungan Hidup (PPLH), puluhan orang dari Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) melakukan aksi unjuk rasa menuntut Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk mentaati UU tersebut.
 

"Bahkan UU 32/2009 dianggap sebagai penghambat investasi, tak heran, UU ini terus diabaikan dan pelan-pelan dipreteli kekuatanya," kata Priyo koordinator Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) yang melakukan aksi di Depan Kementerian ESDM,  Jakarta, Jumat (28/9/2012).

Dikatakan Priyo, ESDM menganggap UU PPLH itu sebagai sebuah penghambat untuk mengambil keuntungan dari industri pertambangan saja.

"Bagi ESDM, UU PPLH tak sejalan dengan jiwa eksploitatif serta keserakahan industri pertambangan. Seolah-olah UU PPLH hanyalah sekumpulan pasal-pasal dikertas yang tak perlu ditaati," pungkasnya. [Dhanny]

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: (0 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU