Tepis Inefisiensi PLN Karena Lambatnya FTP I, ESDM Targetkan Tahun 2020 Penggunaan BBM dalam PLN Hanya 0,8%
Dirjen Ketenagalistrikan Kementrian ESDM, Jarman (Kiri) (Foto: Nurul Ainiyah/Seruu.com)

Jakarta, Seruu.com - PT PLN (Persero) akhir tahun 2012 ini berencana untuk dapat mengoperasikan sejumlah Pusat Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang tercatat dalam Program Percepatan 10.000 MW Tahap I atau Fast Track Program (FTP I) dengan kapasitas terpasang sebesar 3.455 megawatt (MW). Menurut Dirjen Ketenagalistrikan Kementrian ESDM, Jarman pada tahap 1 ini bisa tuntas 60% pada akhir tahun 2012, dan 40% sisanya akan dituntaskan pada tahun 2013 dan 2014.
 

"Sampai akhir tahun ini kita selesaikan 60%, sisanya diselesaikan tahun 2013 dan tahun 2014 sehingga pada 2014 semua pembangkit FTP 1 sudah selesai semua", ungkapnya ketika ditemui seusai latihan upacara di halaman Kementerian ESDM, Senin (1/10/2012) hari ini.

Jarman mengatakan selain FTP tahap 1, ia berharap pada tahun 2014 nanti FTP tahap 2 juga juga sudah mulai jalan, sehingga hasil FTP 1 juga sudah mulai tahun 2012 masuk secara bertahap, dan ketika memasuki tahun 2014 lebih banyak lagi.

Dengan adanya PLTU hasil dari FTP 1 dan 2 nantinya diharapkan mampu menekan pemakain BBM dalam proses produksi listrik, meskipun molor beberapa tahun karena lamanya pendanaan dan lambatnya kontraktor, Jarman melihat memang dengan adanya proyek ini pemakaian BBM berangsur-angsur menurun.

"Artinya kalau kita lihat dari energy mix maka pemakaian BBM secara bertahap sudah turun, kita lihat tahun kemarin  2011 kita masih menggunakan 22% BBM, pada 2012 menjadi sekitar 13,8% dan untuk tahun depan kita harapkan samapi 9,7% artinya membaik terus," tambahnya.

Meskipun sanggup menekan penggunaan BBM pihaknya mengaku akan sulit bila tidak ada pemakaian BBM sama sekali, hal inio karena ada daerah-daerah di remote area yang hanya bisa dipasok oleh BBM karena BBM diperlukan saat picking dan hanya bisa ditangani oleh BBM atau gas daerah remote tidak ada gas.

"Yah pasti BBM lah untu daerah remote,  tapi pemakaian hanya pada beban puncak dan diperkirakan pada tahun 2020 nanti prosentase pemakaian BBM hanya 0,8% dari total," ungkapnya.

Disinggung mengenai inefisiensi PLN yang mencapai Rp 93 triliun akibat pemakain BBM yang salah satunya dalam FTP 1 ini ia mengelak dan menjelaskan inefisiensi ini karena BPP (biaya pokok produksi) dengan tarif ada selisih, namun meskipun FTP 1 mengalami keterlambatan menurutnmya tak perlu dikhawatirkan karena ada pembangkit listrik lain.

"Katakanlah IPP Paiton, sudah maju 1 bulan kan artinya dari segi supply demand cukuplah," tandasnya.[Ain]

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: (0 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU