Khawatir Maraknya Penyelundupan Minyak Mentah, Kementrian ESDM Bentuk Tim Bersama

Jakarta, Seruu.com - Akhir September 2012 kemarin Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan telah menggagalkan penyelundupan minyak mentah yang rencananya akan dikirim melalui Kepulauan Riau ke luar negeri, seperti Malaysia dan Singapura.

Penyelundupan ini sontak membuat  Anggota Komisi VII DPR Satya W Yudha meminta pemerintah mengusut tuntas, karena pasti akan menimbulkan banyak kerugian yang harus ditanggung pemerintah.

"Jika kasus ini berhasil diungkap, tentunya akan menjadi prestasi pemerintah,” ujar Satya ketika dihubungi di Jakarta, Selasa (27/9/12).

Tanggapi pencurian minyak ini, Dirjen Migas KESDM, Evita Legowo nyatakan rencana pembentukan tim bersama antara BP migas, Pertamina dan Polhukam, bersama kepolisian juga  Bareskrim untuk menangani kasus yang berpotensi merugikan negara ratusan milyar rupiah ini.

'Itu semua dikoordinasikan, banyak yang bilang katanya terlibat juga beberapa  aparat dan pejabat, saya tidak bisa nuduh mungkin ada beberapa pihak memang yang terkait. Makanya kita buat tim terpadu dan mencoba atasi pencurian ini," ujar Evita ketika ditemui di perayaan hari jadi ESDM ke-67, di Jakarta, Selasa (2/10/12).

Evita menyebut usulan pembentukan tim dari migas ini akan segera direalisasikan pada bulan Oktober.

Disinggung masalah serupa yang terjadi di blok Cepu, Evita menepis bahwa ada kerugian besar akibat pencurian yang dilakukan di sumur-sumur tua tersebut. Bahkan ia mengatakan pencurian masih dilakukan dengan cara manual yaitu menimba langsung. Jika dilihat dari kurun waktu pencurian itu terjadi cukup lama.

"Kalau di Cepu very simple dan tradisional, itu juga untuk dipakai sndiri.  Itu sudah lama sekali terjadi, karena nggak dihitung dan nggak tahu apa masih berlangsung, sepertinya kerugian  nggak besar sih paling 1 atau 2 triliun.  Yang agak besar Sumatera yang buat kita prihatin dan buat tim, ini tanggung jawab kita bersama," tandasnya.[Ain]

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: (0 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU