Tim Advokasi Janji Limpahkan Petaka Montara Kepada YPTB
Pencemaran minyak di Laut Timor (Istimewa)

Kupang, Seruu.com - Tim Advokasi Pemerintah untuk Pencemaran Laut Timor pimpinan Deputy IV Kementerian Lingkungan Hidup Masnelyati Hilman berjanji limpahkan masalah petaka Montara kepada Yayasan Peduli Timor Barat (YPTB), setelah gagal mencapai kesepakatan dengan PTTEP Australasia soal negosiasi ganti rugi.

"YPTB bersama tim kuasa hukumnya dipandang cukup kredibel dalam menuntaskan petaka Montara di Laut Timor dengan perusahaan pencemar, PTTEP Australasia agar tidak terjadi dualisme dalam proses negosiasi soal klaim ganti rugi," kata Ketua YPTB Ferdi Tanoni kepada pers di Kupang, Selasa (2/10/2012), mengacu pada laporan Tim Advokasi Pencemaran Laut Timor kepada Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) beberapa waktu lalu di Jakarta.

Prof Dr Hasyim Djalal, pakar hukum laut internasional dalam pertemuan dengan Tim Advokasi Pencemaran Laut Timor pimpinan Masnelyati Hilman di Hotel Aryaduta Jakarta pada 31 Mei 2012, mengusulkan agar masalah tuntutan ganti rugi terhadap PTTEP Australasia diserahkan sepenuhnya kepada YPTB pimpinan Ferdi Tanoni.

Masnelyati dalam pertemuan tersebut, kata Tanoni, berjanji akan menyerahkan urusan petaka tumpahan minyak Montara di Laut Timor kepada YPTB, jika tim yang dipimpin mantan Menteri Luar Negeri Hassan Wirayudha hingga akhir Juli 2012, masih tetap gagal dalam melakukan lobi dengan Pemerintah Thailand soal ganti rugi.

"Sekarang sudah memasuki Oktober, tetapi Tim Advokasi Pemerintah Indonesia ini belum juga menyerahkan urusan tersebut kepada YPTB, setelah tim yang dipimpin Hassan Wirayudha juga gagal mencapai kesepakatan dengan Pemerintah Thailand. Apakah ini hanya sebuah sandiwara belaka atau ada skema politik lain dibalik kasus ini," kata Tanoni dalam nada tanya.

Penulis buku "Skandal Laut Timor, sebuah Barter Politik Ekonomi Canberra-Jakarta" itu menegaskan usulan penyelesaian yang disampaikan Tim Advokasi kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono soal pencemaran minyak di Laut Timor itu tidak akan terselesaikan sampai kapan pun juga.

Dalam laporannya kepada Presiden SBY melalui UKP4, Tim Advokasi menyebutkan bahwa PTTEP tidak punya itikad baik dalam perundingan dengan pemerintah Indonesia guna menyelesaikan permasalahan pencemaran di Laut Timor, sehingga dalam perundingan di Bangkok pada 11 Juli 2012 tidak menghasilkan kesepakatan yang substansi.

Tim Advokasi juga mengusulkan kepada Menteri Perhubungan agar menghimbau Menteri ESDM Indonesia melakukan langkah-langkah strategis seperti memberikan tekanan kepada PTTEP yang beroperasi di Indonesia.

Selain itu, mengirimkan surat kepada Menteri Energi Thailand tentang kekecewaan Indonesia atas proses perundingan dimaksud serta menuntut PTTEP Australasia ke pengadilan di dalam negeri berdasarkan UU 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dan menerapkan kebijakan AMDAL yang lebih ketat untuk kegiatan explorasi PTTEP di Indonesia.

"Saya meminta agar Tim Advokasi Pemerintah Indonesia jangan lagi merecoki langkah-langkah yang telah dan sedang dilakukan YPTB untuk menuntaskan kasus pencemaran minyak di Laut Timor, karena PTTEP terkesan sudah bertolak belakang dengan tim yang dipimpin Masnelyati," kata Tanoni menegaskan.

Atas dasar itu, pemerhati masalah Laut Timor dan mantan agen imigrasi Kedutaan Besar Australia itu mengharapkan Tim Advokasi Pencemaran Laut Timor segera melimpahkan petaka Montara kepada YPTB untuk melakukan proses perundingan dengan perusahaan pencemar, PTTEP Australasia soal klaim ganti rugi.

"Saya optimistis masalah ini akan segera terselesaikan jika pemerintah mempercayakan kepada YPTB. Dan, tanpa campur tangan pemerintah pun, YPTB bersama para kuasa hukumnya tetap melanjutkan perkara tersebut di Pengadilan Australia," demikian Ferdi. [Ir]

 

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: (0 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU