Rekonsiliasi Pertambangan Tahap II Diharapkan ESDM Manjadi Rekonsiliasi Pamungkas
Direktur Pengusahaan Mineral Kementerian ESDM Dede Ida Suhendra (Foto: Aini/ Seruu.Com)

Jakarta, seruu.com - Rekonsiliasi Pertambangan Tahap II telah dimulai, setelah kemarin diperuntukkan bagi Kalimantan hari ini Rabu (3/10/2012) rekonsiliasi ini berlangsung untuk wilayah Sulawesi. Direktur Pengusahaan Mineral Kementerian ESDM Dede Ida Suhendra memaparkan pada tahap kedua ini inventarisasi mulai jelas dibandingkan tahap pertama, dan sesuai amanah UU Minerba no 4 tahun 2009 memang ada beberapa permasalahan kompleks pertambangan yang harus ditindaklanjuti.

"Permasalahannya antara lain tentang inventarisasi IUP di daerah, juga untuk dapatkan data akurat DMO bagi batubara, add value untuk peningkatan pendapatan negara juga masalah C n C seperti overlapping. Maka dengan ekonsiliasi Tahap 2 kita bisa lihat apa benar-benar bisa C n C karena tidak mungkin semua bisa C n C", kata Dede ketika ditemui di ruangannya, Rabu (3/10/2012).

Menurut data Direktorat Jendral Minerba saat ini terdapat 1524 IUP di Sulawesi, maka dengan tegas dinyatakan bahwa pejabat daerah dilarang mengeluarkan IUP setelah diterbitkannya UU Minerba nomor 4 tahun 2009. Kebijakan rekonsiliasi ini menurut Dede adalah kebijakan berdasarkan data yang konkrit karena tanpa data konkrit kebijakan ini tidak mungkin bisa diimplemntasikan.

"Ini kan tujuannya untuk peningkatan nilai tambah Sulawesi juga. Goal kita ingin WP (wilayah Pertambangan) bisa tertata dengan baik, ada kepastian hukum kepada investor, juga untuk invntarisasi data produksi, pengelolaan dan penjualan mineral yang pasti peningkatan SDM juga penting", ucap Dede.

Dede menambahkan dari 10.000 IUP sudah ada 83 perusahaan yang mendapatkan ijin rekomendasi ekspor hingga tahun 2014, 4000 IUP juga sudah dinyatakan C and C. ia-pun mengharap agar rekonsiliasi pertambangan bisa tuntas tahun ini tanpa ada tahap 3 dan seterusnya.

"Saya inginnya ini tahap 2 jadi tahap terakhir karena kita sudah tahu masalah-maslah di luar kewenangan kami, begitu juga dengan C and C juga selesai tahun ini", tutupnya.[Ain]

KOMENTAR SERUU