Kapok Kecurian Minyak Mentah Sejak 2010, Pertamina Akan Bangun Jalur Pipa Baru Sepanjang 270 Km
Ilustrasi (Istimewa)
"Sudah lebih dari Rp 200 milyar dari minyak mentah yang dicuri masyarakat ini, tapi bagi Pertamina dan negara belum seberapa ketimbang kerugian masyarakat akibat kehilangan anggota keluarga yang mereka cintai, akibat kebakaran ini. Kami harap masyarakat tidak lakukan aktifitas ilegal, karena melnggar hukum dan membahayakan mereka sendiri,"

Jakarta, Seruu.com - Pencurian pipa minyak mentah di jalur Tempino, Jambi-Plaju, Palembang Km 219-45 milik PT Elnusa, Banyunglincir, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, ternyata sudah terjadi sejak tahun 2010 dan diakui VP and Communication PT Pertamina Ali Mundakir aparat keamanan sangat sulit memberantas pencurian ini.

Dengan tragedi kebakaran pipa milik pencuri minyak mentah yang terjadi Rabu (3/10/2012) kemarin dan menyebabkan 6 korban tewas juga puluhan korban luka, pihaknya berharap masyarakat menghentikan kegiatan ilegal yang membahayakan ini.

"Sudah lebih dari Rp 200 milyar dari minyak mentah yang dicuri masyarakat ini, tapi bagi Pertamina dan negara belum seberapa ketimbang kerugian masyarakat akibat kehilangan anggota keluarga yang mereka cintai, akibat kebakaran ini. Kami harap masyarakat tidak lakukan aktifitas ilegal, karena melånggar hukum dan membahayakan mereka sendiri," jelas Ali ketika dihubungi, Jumat (5/10/2012).

Menyikapi maraknya pencurian minyak mentah ini, Pengamat Energi dan Pertambangan Marwan Batubara menegaskan Presiden juga hendaknya turun tangan untuk menyelesaikan kasus ini. Bahkan menurutnya sudah terindikasi adanya oknum aparat juga pejabat yang terlibat mengingat pencurian ini dilakukan secara terang-terangan dan penadahan sendiri dilakukan di lokasi jalur pipa minyak mentah Plaju Tempino.

"Saya yakin bahwa ada keterlibatan oknum aparat keamanan maupun pertahanan, dalam hal pencurian ini tidak mungkin. Itu berlangsung lama dan jumlah besar, bertahun-tahun terjadi tanpa bisa dihilangkan dan distop kalau  memang ada keterlibatan dengan aparat," tutur marwan kepada Seruu.com, Jumata (5/10/2012).

Marwan menambahkan pencurian minyak mentah menurutnya salah satu kejahatan besar dan masuk dalam kategori Extra Ordinary Crime yang harus ditindak langsung di lokasi oleh pemerintah pusat maupun aparat keamanan.

"Kita memang susah untuk menduga-duga siapa penyebab atau latar belakang dari kebakaran, yang penting bahwa objek vital seperti kilang mestinya dapatkan pengawasan dan sistem keamanan yg optimal dari Pertamina maupun aparat keamanan. Apakah sudah dilakukan sebàgaimana mestinya, disitu pentingnya manajemen lakukan penyelidikan secara komprehensif, kalau perlu ada tim dari pusat buat langsung investigasi di lokasi," tutupnya.

Untuk menekan terjadinya pencurian minyak mentah ini, Pertamina dalam waktu dekat akan membangun dan menanam jalur pipa baru sejauh 270 Km di lokasi Plaju dengan kedalaman pipa 2 meter dan ditargetkan proyek ini rampung akhir tahun 2012.[Ain]

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: (0 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU