Komisi VII Perintahkan Beri Sanksi Tegas Pada Penadah Minyak Mentah di Plaju
Anggota Faksi Golkar, Satya W Yudha (Foto: Nurul Ainiyah/Seruu.com)

Jakarta, Seruu.com - Pencurian minyak mentah di Plaju Tempino, Sumatera Selatan akhirnya membuat geram anggota Komisi VII DPR RI dari fraksi Golkar, Satya W Yudha. Satya yang selama ini rajin menegur pemerintah untuk memperhitungkan faktor penyelundupan untuk menghitung besarnya kuota pertahun dan mengetahui cadangan minyak secara kalkulatif ini, dengan tegas meminta kepada aparat agar bersikap netral dalam penyelidikan kilang penadah minyak mentah tersebut.

Dengan pencurian terang-terangan yang dilakukan masyarakat di Plaju, Tempino ia menurutnya Pertamina harus mempertimbangkan kerugian ratusan milyar yang jelas bukan jumlah yang sedikit. Dan kasus ini menunjukkan adanya kilang penadah di tempat hasil curian.

"Lembaga keamanan atau aparat yang netral harus melakukan penyidikan dan investigasi alur penjualan minyak tersebut. Juga memberi sanksi keras terhadap kilang yang memposisikan diri sebagai penadah, ini untuk membuat efek jera," tegas Satya ketika dihubungi Seruu.com, Jumat (5/10/2012).

Ia menyampaikan bahwa crude oil hasil eksplorasi di sana memiliki spesifikasi berbeda sehingga dapat dengan mudah diketemukan. Jadi untuk mematuskan mata rantai pencurian minyak ini diperlukan ketegasan pimpinan negara dan keseriusan pemerintah.

"Crude dengan spesifikasi tertentu kita bisa ketahui di kilang-kilang mana mereka menyetor, lantas bagian kilang-kilang itu yang dapat setoran ilegal harus mendapatkan sanksi. Karena mata rantai dan suplai crude adalah kunci dalam mencari titik temu dimana kebocoran yang terjadi," kata Satya.

Politisi Golkar ini memastikan bahwa pencurian minyak mentah akan mempengaruhi lifting minyak dalam negeri, dan dipastikan berpotensi mengurangi pemasukan APBN dari sektor migas. Bahkan dampak lain yang bisa terjadi nantinya akan timbul distrust dari mitra kerja Pertamina, karena jalur distribusi ini juga digunakan oleh perusahaan migas swasta. [Ain]

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: (0 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU