7 Tewas Dalam Ledakan Pipa di Banyuasin, Polisi Curigai Elnusa

Seruu.com - Polisi menyita sejumlah barang bukti di lokasi meledak dan terbakarnya pipa dan lubang penampungan minyak mentah milik para penjarah di Bayung Lencir, Musi Banyuasin. Belum ada tersangka dalam kasus yang menelan tujuh nyawa dan puluhan warga menderita luka bakar tersebut. Namun penyidik mencurigai klem pipa yang pernah dipasang pihak PT Elnusa tak standar, diduga “made in Cinde” (pasar tua di pusat Kota Palembang).

Tim Inafis Mabes Polri, kemarin (5/10), mendatangi lokasi kebakaran jalur minyak yang menghebohkan Tanah Air itu. Dipimpin Kombes Pol Bahrus, Tim Inafis menyisir seluruh titik tragedi lokasi kebakaran di jalur distribusi Pertamina Tempino (Jambi) dan Plaju (Palembang), tepatnya di tepi Jalintim Palembang-Jambi, Km 203, RT 12 RW 1, Srimaju, Kelurahan Bayung Lencir, Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin.

Polisi menyisir TKP dan mengamankan sejumlah barang bukti yang masih tersisa, seperti drum-drum penampung minyak dan pipa paralon yang digunakan penjarah. Polsek Bayung Lencir bersama Polres Muba kebagian mengusut kasusnya, termasuk mengendus dugaan keterlibatan ataupun dugaan kelalaian pihak PT Elnusa, selaku operator pipa tersebut.

Kecurigaan mencuat setelah penyidik mengamankan barang bukti chlaim (klem) yang ditemukan di lokasi kebocoran. “Dari informasi yang kami dapatkan, pipa di lokasi tersebut sudah pernah bocor dan telah ditutup dengan klem oleh Elnusa. Nah klem itulah yang ternyata diduga dibuka pelaku illegal tapping (pencurian minyak) ataupun warga,” kata Kapolsek Bayung Lencir AKP Musni Karyanto, kemarin.

Lebih mencurigakan, lanjut Kapolsek, klem yang diamankan itu diragukan klem standar Elnusa. “Kalau ditutup sesuai protap klem tidak bisa dibuka warga, harusnya di las, ini dibaut saja. Kami akan cek apakah klem itu merupakan klem standar atau malah made in Cinde. Saya sudah tanya sama petugas Elnusa, kenapa diklem seperti itu" Jawaban mereka karena tidak sempat, sebab banyak sekali lubang yang harus ditangani. Ini kan seenaknya,” kata Musni.

Makin mencurigkan, kata Musni, karena pihak Elnusa tidak membiarkan polisi mengamankan barang bukti klem tersebut. “Kami sempat rebutan sama Elnusa mengamankan bukti. Alasannya, mereka mau melakukan pemeriksaan juga. Lah, yang menyidik siapa" Melihat gelagat itu, saya minta anggota mengamankannya agar disita Polres,” tukasnya.

Sementara itu, jumlah korban tewas terus bertambah. Kemarin sekitar pukul 14.00 WIB, salah seorang korban yang dirawat di RS DKT Jambi, atas nama Jhoni menghembuskan napas terakhir.

Jhoni merupakan anak dari Kartini (45), salah seorang terduga korban yang tewas terpanggang di lokasi kejadian. “Hingga hari ini (kemarin, red) jumlah korban sudah tujuh orang,” kata Musni. [ndis]

KOMENTAR SERUU