Ketua IKT Akui Telah Bertemu Yusril Untuk Meminta Bantuan Hukum
Wirtsa Firdaus, Ketua IKT (Ikatan Karyawan Timah) (Foto: Nurul Ainiyah/Seruu.com)
Kita baru mulai melangkah kita sudah ketemu dengan Yusril Ihzamahendra, kita minta beliau memberikan bantuan hukum dan beliau sambut baik ini. Saya ingin persoalan SDA ini dimasukkan ranah tipikor karena ini juga hilangkan pendapatan negara dari sektor SDA, kita akan buat dukungan moril dan kami targetkan tahun ini - Wirtsa Firdaus

Jakarta, Seruu.com - Tak mau tinggal diam hadapi dugaan penjarahan bijih timah di lahan PT Timah (Persero) di Bangka Belitung, IKT (Ikatan karyawan Timah) targetkan mendorong PT Timah laporkan perusahaan timah yang dengan 30% investasi dari Malaysia ke ranah tipikor. Bentuk keseriusan ini disampaikan Wirtsa Firdaus, Ketua IKT ketika ditemui di Jakarta, Minggu (7/10/2012) kemarin.
 

"Kita baru mulai melangkah kita sudah ketemu dengan Yusril Ihzamahendra, kita minta beliau memberikan bantuan hukum dan beliau sambut baik ini. Saya ingin persoalan SDA ini dimasukkan ranah tipikor karena ini juga hilangkan pendapatan negara dari sektor SDA, kita akan buat dukungan moril dan kami targetkan tahun ini," ucap Wirtsa.

Tak hanya itu, Wirtsa menduga banyak oknum yang terlibat dalam penjarahan ini, bahkan tak hanya sekali ia pernah melihat sendiri salah satu perusahaan tersebut melewati perbatasan dan masuk ke laha PT Timah dan mengangkat timah dari lautan yang jelas dalam lahan PT Timah. Ia juga menuturkan akibat kelihaian para penjarah ini PT timah yang bertanggungjawab melakukan reklamasi atas kerusakan yang mereka buat.

"Saya pernah tangkap sendiri salah satu armada yang angkat timah di lautan dan itu berbatasan dengan lahan PT timah dan saat mengambil timah mereka masuk lahan kita, kita berkewajiban jaga daerah kita. Ini bukti penjarahan PT Timah oleh swasta itu terjadi," tandasnya.

Untuk mengingat kembali, Malaysia diduga telah menjarah produk pertambangan dalam negeri berupa bijih timah di Bangka Belitung yang diperkirakan menyebabkan kerugian negara sebesar Rp21 triliun.

Dugaan ini semakin diperkuat dengan adanya data ITRI (International Technologi Research Institute) yang menyebutkan bahwa sejak tahun 2008 - tahun 2010 Malaysia telah menghasilkan logam timah sebesar 128.000 ton, sementara produksi bijih timah Malaysia hanya sebesar 7.490 ton pada kurun waktu yang sama.[Ain]

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: (0 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU