Komisi VII Ogah Tagih Janji Mundurnya Menkeu, Efendi:Ngapain Ditagih, Kalau Dia Punya Harga Diri Buktikan!
Anggota Komisi VII, Efendi Simbolon (Foto: Nurul Ainiyah/Seruu.com)

Jakarta, Seruu.com - Mahkamah Konstitusi menyatakan pembelian 7% saham PT Newmont Nusa Tenggara oleh pemerintah harus melalui persetujuan DPR. Pernyataan yang dituangkan dituangkan dalam Keputusan Mahkamah Konstitusi no. 37/2012 itu dibacakan Selasa (31/7/2012) kemarin akibat sengketa kewenangan lembaga negara antara pemerintah pusat sebagai pemohon dan DPR beserta BPK sebagai termohon. Diduga akibat kekalahan Pemerintah ini, hingga sisa waktu 13 hari untuk menuntaskan transaksi ini, pemerintah belum juga sowan ke Komisi VII untuk bernegosiasi.
 

Efendi Simbolon, politisi PDIP dengan lantang menyampaikan agar Menteri Keuangan Agus Martowardoyo menerima kekalahannya di MK. Ia juga menyampaikan Newmont mendivestasi sahamnya melalui perjuangan arbitrase, dan memaksa walaupun ada pasal yang sudah memberikan afermative mandatori kepada Newmont untuk mendivestasikan namun mereka tetap menolak.

"Masa sudah kalah di MK dia mau ngeyel, mau minta fatwa ke negara lain? Ingat dong kita minta Newmont itu mendivestasi itu melalui perjuangan arbitrase, di ruangan inilah kita gunakan pasal default. Karena dia lalai diajukanlah ke arbitrase, untung menang. Jadi  sekarang sudah seharusnya jadi milik negara," tegas Efendi ketika ditemui Seruu.com, Selasa (9/10/12) malam.

Efendi menyayangkan yang terjadi saat ini justru adanya dispute antara pemerintah dan pemeroitah daerah, yang ia nilai ini sebagai masalah internal lah. Terkait rencana pemanggilan Komisi VII terhadap Menkeu juga menagih janji Menkeu yang akan mundur bila kalah di MK, Efendi menjawab dengan celetukan bercanda.

"Pemerintah daerah dan pusat itu satu kesatuan, internal ini, monggo diselesaikan. Masalah pemanggilan Menkeu,  nggak tahu saya mudah-mudahan dipanggil Tuhan sajalah, ngapain ditagih janji untuk mundur, nggak usahlah, kalau dia punya harga diri dia pasti buktikan, kan dia yang sudah sebut," pungkasnya.[Ain]

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: (0 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU