Dirut PLN Sebut Data Audit BPK Pengandaian DPR, Nur Pamudji: Saya Akan Jawab ini Secara Tertulis, Tunggu Tanggal 22!
Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Wuryanto (Foto: Nurul Ainiyah/Seruu.com)

Jakarta, Seruu.com - Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Wuryanto pada 9 Oktober 2012 kemarin mengatakan berdasarkan data audit investigasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Nur Pamudji selaku Direktur Utama PT PLN (Persero) benar-benar dalam masalah yang berpotensi sangat merugikan negara. Pihaknya-pun mengamini hal ini ketika dikonfirmasi ulang oleh Seruu.com kemarin, Rabu (10/10/2012).

"Seperti disebutkan dalam data audit BPK, Direktur pembangkitan energi primer tidak tegas dan tidak konsisten tentang desain PLTU 10.000 MW dan spesifikasi batubara, ini Nur Pamudji  dan jelas buktinya ada", tegasnya kepada Seruu.com kemarin.

Diakuinya PLN sebagai sebuah company memang sangat dibutuhkan, namun yang menjadi persoalan adalah cara pengoperasiannya. Disebutkan dalam data BPK yang didapat Seruu.com mulai perencanaan program 10.000 MW tahap I tidak sesuai kebutuhan terbukti dari data tersebut banyak dipaparkan minimnya penggunaan batubara maupun gas sebagai energi primer.

"Sesuai nggak dengan kebutuhan, jawabannya tidak dan salah lagi. Ini bukan saya, gimana kita lihat dari data audit BPK jelas bahwa PLN salah urus, siapa yang salah, pemerintahnya salah urus,"ucapnya.

Nur Pamudji-pun menepis data audit BPK ini dan berkata bahwa DPR hanya berandai-andai. Bahkan ia menantang BPK untuk menginvestigasi kerugian negara yang disebut dilakukan oleh PLN.

" Tanya ke mereka tentang audit BPK, mereka yang berandai-andai ko. Audit investigasinya cari dong, nanti saya jawab secara tertulis tunggu tanggal 22 Oktober," ucap Nur Pamudji, Selasa (9/10/12).

Tanggapi ucapan Nur Pamudji, Bambang-pun geram dan kembali menegaskan Komisi VII tidak berandai-andai dan ini jelas disampaikan berdasar data audit investigasi BPK. Dalam fungsi pengawasannya DPR menurutnya bertugas mengawasi jalannya pemerintah atas dasar data-data pengawasan yang dilakukan.

"Kalau Nur Pamudji bilang ini berandai-andai  yang ngomong bukan saya, ini faktanya ada. Coba saudara yang bilang DPR berandai-andai  ini berarti mengakui kalau DPR bicara secara fakta, saya ngomong atas dasar data ko kalau saya ngomong berdasarkan analogi itu untuk mempermudah saja," pungkas Bambang.[Ain]

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: (0 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU