Sudah Seharusnya Sisa Saham 7% Newmont Diperuntukkan Bagi Daerah
Kurtubi (Foto: Nurul Ainiyah/Seruu.com)

Jakarta, Seruu.com - Hanya tersisa 11 hari masa perpanjangan perjanjian jual beli saham atau Sales Purchase Agreement (SPA) antara pemerintah dan Newmont namun ternyata belum ada keputusan dari pemerintah maupun bentuk negosiasi Menteri Keuangan dengan DPR RI untuk menutup transaksi ini.

Gerah melihat tidak sigapnya pemerintah dalam merebut sisa 7% saham Newmont tersebut, Pengamat minyak dan gas Center for Petroleum and Energy Economics Studies (CPEES) Kurtubi menhimbau kepada Menteri Keuangan, Agus Martowardoyo agar menyerahkan hak 7% tersebut kepada pemerintah daerah.

"Saya himbau kepada Menkeu untuk menyerahkan hak 7% ini ke daerah, daerah selama ini dapat bagian dari kegiatan Newmont amat sangat kecil, dari pajak dan royalti yang disetor ke negara hanya 5% yang balik ke daerah dalam bentuk dana bagi hasil tambang. Ini keterlaluan, maka agar daerah bisa dapatkan hasil kasih kesempatanlah untuk ikut memiliki dalam bentuk saham 7% hingga nanti dividen bisa masuk ke Pemda untuk bangun infrastruktur," ucap Kurtubi kepada Seruu.com, Rabu (10/10/2012).

Minimnya benefit yang didapat daerah ini juga disampaikan oleh Excecutive Director KATADATA, Mette Dharmasaputra kepada Seruu.com, Selasa (9/10/2012). Menurutnya selama ini pemerintah daerah merasa tidak punya data dan akhirnya berebut antara pemerintah pusat dan daerah, namun alangkah baiknya jika keduanya membawa proposal ke atas meja supaya daerah bisa mendapat bagi hasil yang adil dan dijamin.

"Selama ini mereka hanya dijanjikan pada kenyataannya kan tidak dapat benefit yang dijanjikan. Harusnya pemerintah pinter-pinter negosiasi dengan daerah sepanjang dia punya formula yang dianggap menguntungkan oleh daerah tentunya dia akan support, apalagi daerah akan tahu kalau benefit lalu nggak dia terima, dividen itu tidak turun ke daerah untuk cicilan saham mereka pun tidak," jelas Metta.

Selama ini menurutnya hanya dividen yang setiap tahun disetorkan ke Credit Swiss dan dijaminkan oleh Bakrie Grup, "Katanya dapat uang cash, saya meragukan uang cash itu diterima oleh daerah karena dari laporan Bakrie yaitu Bhumi Resources dinyatakan tiba-tiba daerah punya hutang 240 Miliar rupiah lebih, berarti uang yang dikucurkan selama ini dianggap hutang," tambahnya.

Yang paling mengkhawatirkan menurut Metta apakah daerah paham betul dengan kerumitan transaksi, jika daerah diberikan benefit cash. Bahkan seharusnya daerah lebih pintar melihat bahwa tidak mendapatkan dapat benefit yang  terdahulu, maka lebih baik yang dilakukan daerah adalah kolaborasi dengan pemerintah pusat bagaimana akuisisi untuk menguatkan saham ini. [Ain]

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: (0 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU