Soal Nasionalisasi Seluruh Perusahaan Tambang Asing, APEMINDO Wacanakan Referendum!
Poltak Sitanggang, Ketua Apemindo (Foto : Saifullah Halim/seruu.com)

Jakarta, Seruu.com - Geram melihat tidak adanya progres yang menjanjikan untuk kepentingan negara dari proses renegosiasi kontrak karya pertambangan terutama Freeport, Vale dan Newmont yang bahkan tidak ada target dari pemerintah untuk menuntaskan renegosiasi ini maka Asosiasi Pengusaha Mineral Indonesia (APEMINDO) menghimbau kepada seluruh rakyat Indonesia untuk menuntut digelarnya referendum untuk menasionalisasi seluruh perusahaan asing yang ada di Indonesia.


Referendum dipandang oleh Ketua Umum APEMINDO, Poltak Sitanggang sebagai solusi mutlak mengingat sejak UU No.4 Tahun 2009 ditetapkan hingga detik ini renegoisasi masih berupa wacana yang timbul tenggelam tanpa kejelasan dan diduga kuat isu ini hanya dipakai segelintir orang untuk mencari keuntungan saja.


"Kalau mereka, baik pemerintah maupun wakil rakyat tidak memahami, mari kita buktikan dengan bentuk referendum kalau ternyata sebagian besar rakyat Indonesia menginginkan kita berdaulat dengan kekayaan alam kita,  maka kita bisa lihat mereka yang ngomong sebagai wakil rakyat, berarti mereka tidak sebagai wakil rakyat yang sebenarnya. Itu yang kita heran, seharusnya mereka yang mewacanakan ini", tutur Poltak ketika ditemui di ruangannya, di Jakarta, Kamis (11/10/12).


Referendum atas semua tambang asing ini tak hanya menunjukkan Indonesia sebagai bangsa yang beretika menurutnya, tapi juga menunjukkan kedaulatan kembali ke tangan rakyat. Bahkan ia mengatakan pemerintah terlalu pengecut untuk melakukan nasionalisasi dengan alasan menjatuhkan harga diri bangsa bila dituntut di arbitrase internasional nanti. Maka dengan referendum ini rakyat berhak mempertanyakan apakah investor asing tersebut masih layak dipertahankan atau tidak.


"Seluruh investasi pertambangan asing di perminyakan dan pertambangan Indonesia masih layak dipertahankan atau mereka tinggalkan Indonesia dan kita nasionalisasi, itu bisa diwujudkan dalam bentuk referendum. Kita himbau pada seluruh rakyat Indonesia untuk ambil alih seluruh kekayaan alam kita supaya kita berdaulat atas kekayaan alam kita. Bangsa indonesia bangsa yang beradab, kita merdeka atas kekayaan bangsa kita sendiri, kita merdeka atas perlawanan kita sendiri. Kalau mereka mengaku datang dari negara yang demokratis dan beradab mari kita kembali dengan cara yang mereka yakini kebenarannya, demokrasi", tegas Poltak.


Ia sendiri meyakini bahwa rakyat akan setuju nasionalisasi jika diberi hak untuk memilih. "Sederhana saja, rakyat ingin sejahtera, rakyat juga ingin kedaulatan atas kekayaan alam di negeri ini, kalau soal royalti saja harus dinegoisasikan, soal hilirisasi juga harus dinegoisasikan lama-lama mereka yang akan mengatur negeri ini. Padahal rakyatlah pemilik sah kekayaan alam di negeri ini. Jadi buat kami, tanya saja rakyat, mekanismenya ya referendum disitu kebenaran akan terungkap," pungkasnya. [Ain]

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: (0 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU