Transaksi Emas di Pulau Buru Capai Rp 360 Triliun ?
Ilustrasi (Istimewa)

Ambon, Seruu.com - Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Maluku meragukan transaksi emas di Pulau Buru sejak 2011 sampai saat ini yang mencapai lebih dari Rp360 triliun.
 

"Nilai transaksi yang begitu besar sebenarnya belum bisa diyakini dan deposit emas di Gunung Botak (Kecamatam Wamsaid), Kabupaten Buru, Maluku, sebenarnya sulit diprediksi karena tidak pernah ada kegiatan eksplorasi di daerah itu," kata Kadis ESDM Maluku Bram Tomassoa di Ambon, Sabtu (13/10).

Informasi adanya hasil produksi logam mulia yang mencapai 2,5 ton per hari datang dari Asosiasi Pertambangan Rakyat Indonesia (Aspiri) Maluku. Seluruhan transaksi emas sejak ditemukan tahun lalu sampai saat ini mencapai lebih dari Rp300 triliun.

Bram mengatakan informasi itu belum bisa diyakini kebenarannya. Sebaliknya, informasi tersebut semakin memicu persoalan baru di daerah itu dan dampaknya akan dirasakan seluruh masyarakat Provinsi Maluku.

Ia mengatakan, penambangan emas di Pulau Buru sebaiknya tidak dibesar-besarkan lewat penyebaran informasi berlebihan. Sebab, sudah banyak persoalan sosial, ekonomi, hukum, keamanan, dan lingkungan, yang timbul dan belum diselesaikan oleh pemerintah.

Informasi tentang hasil produksi logam mulia sebesar itu, kaya Bram, akan semakin menarik minat para penambang liar untuk berbondong-bondong datang ke Pulau Buru dan menambah persoalan baru. [ant]

KOMENTAR SERUU