Kementerian ESDM Sebut Pertamina Tak Mampu Kelola Blok Mahakam Adalah Bentuk Arogansi Pemerintah
Marwan Batubara memegang bukti diterimanya Petisi oleh Kesekretariatan Negara (Foto: Aini/ Seruu.Com)

Jakarta, Seruu.com - Sejak 19 April 2010 Dirut PT. Pertamina Karen Agustiawan telah menegaskan siap mengambil alih 100% pengoperasian Blok Mahakam dan juga paham akan opsi-opsi dimana ada resiko jika kontrak Total E&P tidak diperpanjang atau resiko bila kontrak tersebut diperpanjang oleh pemerintah sehingga ada skema B to B antara Total dan Pertamina. Namun nyatanya 13 September statement ketidaksanggupan Pertamina sebagai operator muncul di media dari KESDM. Tak heran jika banyak pihak yang mengecam pernyataan pemerintah ini sebagai wujud keberpihakan pada asing.

Seperti disampaikan Direktur IRESS, Marwan Batubara seusai aksi Petisi Mahakam Untuk Rakyat di Jalan Merdeka Utara siang tadi kepada Seruu.com, Rabu (17/10/2012).

"Ini kalau jelas tekanan dari ESDM, bagaimana Jero Wacik mengatakan bahwa Pertamina tidak mau dan tidak akan mampu mengelola seolah-olah dia dari Pertamina, meskipun Pertamina sudah bilang berkali-kali mampu tapi dia bilang tidak mampu. Ini karena dian berkuasa dan ingin minta supaya pertamina diam,  supaya Wacik gampang menyerahkan kepada Total", ucap Marwan di depan istana negara sore tadi, Rabu (17/10/2012).

Marwan menilai ada upaya dari pemerintah untuk mendapatkan rente lebih dari kedua perusahaan asing yang saat ini menjadi operator di Blok Mahakam yaitu Inpex dan Total. Meskipun pihaknya mengaku tidak tahu berapa banyak rente yang telah diterima pemerintaj, namun rakyat sudah bisa menilai dari apa yang mereka lakukan karena memprioritaskan kepentingan asing dibanding kepentingan rakyatnya.

"Mereka dan Tuhan yang tahu seberapa besar rente yang diterima pemerintah, cuma kalau ada rakyat yang curiga bahwa mereka mendapatkan rente jangan salahkan orang yang curiga. Karena nyatanya Pertamina sudah bilang mampu, tapi seolah ada sesuatu yang memang kita tidak tahu apa tujuannya sehingga pernyataan berbeda dikeluarkan Jero Wacik dan Wakilnya", kata Marwan.

Ketika disinggung bahwa aksi ini sudah disetting dan dibiayai oleh Pertamina agar mendapatkan pihak untuk kembali merebut Blok Mahakam, pihaknya mengelak secara tegas dan menyatakan bahwa ini gagasan independen dari banyak pihak serta seluruh rakyat Indonesia. Pernyataan sikap ini juga sesuai surat-surat dan pernyataan resmi dari Direksi Pertamina yang mengatakan kesanggupannya.

"Kegiatan kita independen, tidak ada yang membiayai. Bahkan temen-teman dari serikat pekerja Pertamina juga spontan, malah dari manajemennya itu mungkin kenakan sanksi pada karyawan. Kita justru berterimakasih ada komitmen dari serikat pekerja ini untuk kepentingan rakyat, itu kita sambut baik", tambahnya.

Hingga saat ini VP and Communication Pertamina Ali Mundakir menolak memberikan jawaban saat dikonfirmasi mengenai kesiapan Pertamina, dan meminta wartawan untuk mengkonfirmasi melalui Dirut Pertamina Karen Agustiawan. Dan posisi ini dimaklumi oleh Marwan menginat adanya distrust dari KESDM sendiri. Namun  yang ia pertanyakan dalah arogansi kekuasaaan ESDM hingga menyatakan pertamina tidak mampu, padahal pihaknya sangat yakin akan kemampumpuan Pertamina.

"Mungkin karena mereka bawahan tidak mungkin mereka bilang mampu meski atasan bilang tidak mampu karena itu nanti dianggap membangkang, tapi rakyat akan dukung dan sambut baik kalau ada manajemen Pertamina yang punya keberanian untuk bunyikan kebenaran itu", pungkasnya. [Ain]

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: (0 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU