Pelambatan Pertumbuhan Ekonomi China Tekan Harga Minyak

Seruu.com -  Harga minyak dunia turun pada Kamis (Jumat pagi WIB), karena investor mencerna data yang menunjukkan pertumbuhan ekonomi di China, konsumen energi terbesar di dunia, melambat.

Kontrak utama New York, minyak mentah light sweet untuk pengiriman November, berakhir hampir tidak berubah dari penutupan Rabu, menyusut dua sen menjadi 92,10 dolar AS per barel, lapor AFP.

Minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Desember, turun 80 sen menjadi 112,42 dolar AS per barel di perdagangan London.

China pada Kamis melaporkan bahwa pertumbuhan ekonominya merosot dua-persepuluh poin menjadi 7,4 persen pada kuartal ketiga, sejalan dengan rata-rata perkiraan analis.

Itu merupakan ketujuh kuartal berturut-turut pertumbuhannya menurun, tetapi analis memperkirakan perlambatan telah hampir keluar dari posisi terbawahnya.

"Kekhawatiran tetap bahwa masalah yang sedang berlangsung di kawasan euro akan mencegah ekonomi terbesar kedua di dunia itu untuk kembali ke tingkat sebelum krisis dalam waktu dekat," kata Fawad Razaqzada di GFT.

Analis juga mengatakan, perubahan kepemimpinan sekali dalam satu dekade di China dalam waktu dekat menambah ketidakpastian.

Para pemimpin Uni Eropa membuka KTT dua hari yang diwarnai perbedaan antara Prancis dan Jerman tentang bagaimana mengatasi krisis keuangan blok itu.

Harapan bahwa Spanyol akhirnya akan mencari bantuan keuangan Uni Eropa yang menggantung di atas pasar, juga mendorong sikap hati-hati, kata Phil Flynn di Price Futures Group.

"Sementara mereka mencoba untuk meremehkan harapan setiap pengumuman utama pada pertemuan ini, didasarkan pada lelang obligasi Spanyol yang kuat pagi ini, pelaku pasar mengatakan mereka berharap tidak akan kecewa," kata Flynn.

Dalam berita pasar minyak lainnya, Sudan Selatan memerintahkan perusahaan minyak dalam negeri untuk melanjutkan produksi pada Kamis untuk mengakhiri penutupan selama sembilan bulan yang dipicu oleh sengketa dengan saingannya Sudan yang telah meningkat menjadi konflik perbatasan.

Pada Januari, Sudan Selatan memangkas produksi minyaknya, yang menyediakan sekitar 98 persen dari total pendapatan negara, melumpuhkan perekonomian kedua negara itu, setelah menuduh Sudan mencuri minyak mentahnya. [ndis]

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: (0 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU