ISNU Tuntut Tarik Semua Kontrak Karya Prioritaskan Kebutuhan Domestik
Diskusi mengenai kebijakan energi di sektor hulu dan hilir yang diikuti para Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) di kantor pusat PBNU, Jumat (19/10/2012) (Foto: Nurul Ainiyah/Seruu.com)

Jakarta, Seruu.com - persoalan besar di sektor energi menurut Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Ali Masykur Musa mengcover persoalan sektor hulu dan hilir, hulu mencakup penguasaan sumber daya energi dan mineral yang saat ini didominasi asing dengan prosentase 88,8% Wilayah Kerja Migas yang sudah diduduki asing.

Terbalik dengan penguasaan oleh perusahaan BUMN yang hanya mengcover 10% saja atas WK Migas dan jelas membawa implikasi terhadap berbagai sektor ekonomi maupun industri dalam negeri. Dengan fakta ini ISNU mendesak adanya perombakan energi di sektor hulu dan hilir.

"Kita meminta pemerintah Recall atau menarik kembali semua kontrak karya untuk kepentingan dalam negeri. Termasuk terhadap blok-blok baru yang akan dieksplorasi itu harus diberikan kesempatan kepada pengelola dalam negeri," tegas Ali Maskur di kantor pusat PBNU, Jumat (19/10/2012).

Ketika disinggung masalah ketidakmampuan Pertamina menjadi operator Blok yang akhir-akhir ini seringkali disuarakan oleh ESDM, Ali mengatakan ini bukan masalah mampu atau tidaknya Pertamina. Namun pemberian kesempatan kepada perusahaan-perusahaan dalam negeri yang mampu tidak mampu harus diberi kesempatan oleh pemerintah sebagai perusahaan negara.

"Jangan dilepas kepada market begitu saja, negara harus hadir memberikan treatmen kepada pengelola dalam negeri", ucapnya.

ISNU mendesak perombakan kebijakan energi di sektor hulu dan hilir yaitu dengan merevisi UU Migas No. 22/2001 dan UU Minerba No.4 tahun 2009 yang lebih memihak kepentingan nasional, menjalankan dan terus mengupayakan renegosiasi KK tambang yang merugikan, memberikan prioritas kepada BUMN untuk mengelola dan menyelenggarakan industri pertambangan nasional, memprioritaskan penggunaan sumber-sumber energi primer seperti minyak, gas dan batubara untuk kepentingan domestik, segera merealisasikan pembangunan kilang minyak, merealisasikan dan memperbanyak pembangunan fasilitas pemurnian gas (FSRU) serta memperluas jalur distribusi gas dari mulut tambang ke konsumen.[Ain]

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: (0 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU