Lifting dan Pendapatan Sektor Migas Terus Mengalami Penurunan
koordinator Investigasi dan Advokasi FITRA, Uchok Sky Khadafi (Foto: Nurul Ainiyah/Seruu.com)

Jakarta, Seruu.com - Sesuai yang ditargetkan dalam APBNP 2012 pendapatan dari sektor Migas seharusnya  Rp208,4 triliun ditambah PPh Migas sebesar Rp64,5 triliun sehingga total pendapatan dari sektor Migas menjadi Rp272, 9 triliun. Namun, Forum Indonesia Untuk Transparansi Anggaran (FITRA) menyatakan pada tahun 2013 akan terjadi penurunan pendapatan dari sektor ini yang diperkirakan atau ditargetkan DPR yaitu sebesar Rp 190, 6 triliun plus PPh Migas Rp 67,5 triliun, yang dijumlahkan menjadi Rp 260 triliun atau terjadi penurunan sekitar Rp12 triliun.

"Jadi kalau dijumlahkan semua Rp 260 triliun terjadi penurunan sekitar Rp 12 triliun untuk 2013, kita curiga karena selama ini cost recovery sangat tinggi sampai 15 ribu USD. Yang ternyata dana cost. rec ini dipakai para orang asing untuk senang-senang, sekolahin anaknya, padahal jelas dana cost rec harus disgunakan untuk menunjang cari sumur bukan untuk pribadi," jelas koordinator Investigasi dan Advokasi FITRA, Uchok Sky Khadafi, ketika ditemui Seruu.com di Jakarta, Jumat (19/10/2012) kemarin.

Dengan subsidi untuk energi yang rencananya dianggarkan dalam APBN 2013 sebesar Rp 300 triliun menurutnya akan sangat tidak seimbang bila pendapatan dari sektor Migas justru mengalami penurunan sampai Rp 12 triliun. bahkan penurunan ini akan membawa dampak buruk karena tidak akan mampu menutupi kerusakan lingkungan. Dan yang lebih disesalkan dari minyak mentah yang dieksplorasi pemerintah sendiri tidak tahu kandungan apa saja yang ada di dalamnya.

"Ini ada dalam audit BPK, minyak mentah yang keluar dari sumur kita tidak diketahui kandungan apa saja. Apa minyak saja, atau ada emas apa ada uraniumnya juga, nggak dicek oleh orang kita sendiri. Perhitungan juga banyak yang salah. Parahnya yang namanya perusahaan asing ada beberapa yang nggak bayar pajak pada tahun 2005 dan 2009 pada pemerintah juga, ini semua yang menjadi indikator rendahnya pendapatan Migas, ini harus diperketat lagi pengawasannya oleh BPK, DPR dan masyarakat," tegas  Uchok.
 
Uchok  menambahkan, seharusnya untuk menggenjot pendapatan dari sektor Migas pemerintah yaitu BP Migas menekan pendapatan juga PPh agar seimbang juga menggunakan dana cost. rec untuk mencari sumur baru dalam upaya meningkatkan produksi Migas.[Ain]

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: (0 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU