Effendi Simbolon: Soal Blok Mahakam, Memang Negara Ini Masih Berdaulat
Wakil Ketua Komisi VII, Effendi Simbolon (Foto: Nurul Ainiyah/ Seruu.Com)

Jakarta, Seruu.com - Belum adanya keputusan pemerintah ESDM untuk menyerahkan pengelolaan Blok Mahakam seusai habis masa kontrak Total E&P dan Inpex atas wilayah kerja Migas di tahun 2017 nanti dinilai politisi PDIP sarat akan kepentingan politik. Ia memberikan gambaran kondisi yang sama terjadi saat 2004-2009 pemerintah juga menghadiahkan potensi alam negeri kepada Amerika yaitu perpanjangan kontrak Freeport tanpa renegosiasi.

"Ya jelas blok Mahakam ini ada kepentingan politik. Coba lihat 2004-2009 apa hadiahnya buat Amerika. 2014 nanti lihat apa lagi yang akan dihadiadiahkan buat negeri paman Sam?  Makanya saya bilang, emang negara ini berdaulat?", ucap Efendi ketika ditemui Seruu.com di ruang rapat Komisi VII DPR RI, Senin (22/10/2012).

Wakil Ketua Komisi VII ini mempertanyakan kenapa begitu sulit mnyerahkan pengelolaan blok Migas seperti Natuna, Cepu dan Mahakam kepada Pertamina hingga harus dipercayakan pada asing. Ia memastikan bila pemerintah memang serius ingin memperbaiki kebijakan energi pasti akan didukung rakyat, dengan catatan tidak ada muatan politik didalamnya. .

"Semua tahu apa alasan pemerintah berikan blok Migas pada asing, karena political will itu selalu berpihak kepada siapa yang berada di belakang kamu. Makanya pemerintah ini, kalo dia betul ingin memperbaiki kebijakan energi pasti akan didukung. Silahkan dipertemukan saya dan berdebat dengan pemerintah, kita live di TV. Apa argumentasi mereka, kenapa setiap kenaikan BBM diikuiti BLT", ujarnya.

Ia menilai jika SBY memang berpihak kepada bangsanya sudah seharusnya mempercayakan Pertamina sebagai operator blok Mahakam. Kondisinya akan sulit bila pemerintah juga berpihak pada asing, karena yang akan dilawan bukanlah perusahaan asing tersebut tapi justru pemerintah sendiri yang berkolaborasi dengan asing.

"Sebenernya kunci pada pemerintah, kalau presiden ada kemauan, nggak ada masalah itu. kalo keberpihakan penguasa/presiden terhadap Indonesia kasih dong. Masa presiden tidak percaya kemampuan Pertamina, tapi tentu Pertamina jangan juga menjadi boneka /antek mereka juga", tegasnya.[Ain]

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: (0 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU