Uji Materi Ditolak MK, Seruan Blokade Ladang Migas di Kaltim Menguat
Ilustrasi, Aksi Menuntut Nasionalisasi PT INCO di Morowali

Samarinda, Seruu.com - Samarinda, Seruu.com - Seruan Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dari Kalimantan Timur Luther Kombong yang mengimbau masyarakat Kalimantan Timur agar memblokade kilang minyak dan gas bumi sebagai buntut dari kekalahan uji materi Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 Tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Daerah langsung disambut oleh sejumlah elemen di Kaltim.

Ketua DPD Komite Nasional Pemuda Nasional Indonesia (KNPI) Kalimantan Timur Yunus Nusi mengatakan siap memblokade kilang migas yang ada di Kaltim. "Itu wajar saja dilakukan dengan memblokade produksi migas. Formulasi dan mekanisme sementara kami bahas," ujarnya di Samarinda, Kamis (1/11/2012).

Namun, dengan melakukan gerakan penghentian produksi migas itu, pihaknya meminta seluruh elemen masyarakat Kaltim bersatu dan dilakukan hampir di seluruh wilayah di Kaltim.

"Kita terus melakukan konsolidasi dengan seluruh elemen masyarakat di Kaltim. Kami tidak ingin masyarakat terus jadi korban, padahal Kaltim adalah daerah penghasil," ujarnya.

Sebelumnya, Majelis Rakyat Kalimantan Timur Bersatu (MRKTB), 3 warga Kutai Kartanegara, dan 4 anggota DPD Kaltim, mengajukan uji materi Pasal 14 huruf e dan f karena dianggap bertentangan dengan konstitusi. Dalam gugatan mereka, para penggugat keberatan atas besaran persentase pembagian keuntungan dari produksi minyak bumi yakni 84,5% untuk pemerintah dan 15,5% untuk daerah. Mereka juga keberatan akan besaran pembagian keuntungan gas bumi yakni 69,5% untuk pemerintah dan 30,5% untuk daerah. Hanya saja, MK menolak uji materi itu pada 12 September. [ms]

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: star goldstar goldstar goldstar goldstar gold (1 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU