Istana : Gelar
SBY bersama Ratu Elizabeth II dari Inggris

Jakarta, Seruu.com - Gelar ksatria 'Knight Grand Cross in the Order of the Bath' dari Ratu Inggris Elizabeth II yang diberikan kepada Presiden SBY, kabarnya dibarter dengan memberikan proyek kilang LNG Tangguh kepada perusahaan Inggris, BP Plc. "Itu tidak terkait satu dengan yang lain. Karena, soal gas Tangguh, itu antar-menteri. Jadi, pemberian gelar bukan barter ya," kata Firmanzah, Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi, ketika dikonfirmasi wartawan, Sabtu (3/11/2012).

Sebelumnya diberitakan, Pemerintah Indonesia resmi menyampaikan persetujuan atas proposal pengembangan kilang LNG Tangguh, saat pertemuan bilateral Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan Perdana Menteri Inggris David Cameron di London, Kamis (1/11), di sela kunjungannya ke Inggris.

Hadir juga CEO BP Group Bob Dudley, dan Presiden BP di Asia Pasifik William Lin. Investasi untuk pengembangan kilang LNG Tangguh, diperkirakan mencapai lebih dari 12 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau 7,5 miliar Poundsterling.

Saat itu, Presiden SBY juga memperoleh gelar ksatria dari Ratu Elizabeth II. Menurut Firmanzah, pemberian gelar ksatria dari Kerajaan Inggris kepada SBY, karena presiden dianggap mampu menjaga hubungan bilateral Inggris-Indonesia.

"Kalau diberitakan MoU gas Tangguh disetujui sesaat setelah pemberian gelar, tone-nya seolah-olah jadi barter," ucap Firmanzah.

Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi telah merestui perusahaan asal Inggris, BP Plc serta mitranya membangun train ketiga di kilang LNG Tangguh.

Ini merupakan pengembangan lanjutan dari kilang LNG Tangguh yang saat ini sudah memiliki dua train. Kapasitas dua train yang beroperasi saat ini adalah 7,6 juta metrik ton LNG per tahun. Sedangkan untuk train ketiga ini direncanakan berkapasitas 3,8 metrik ton LNG per tahun.

BP Plc dan mitranya sudah menyampaikan proposal pengembangan kilang LNG Tangguh awal bulan September lalu. Rencananya, train ketiga akan dibangun di Teluk Bintuni, Papua Barat, lokasi di mana dua train lainnya berada.

Pemerintah Indonesia resmi menyampaikan persetujuan atas proposal pengembangan kilang LNG Tangguh ini pada saat pertemuan bilateral Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan Perdana Menteri Inggris David Cameron di London, Kamis (1/11).

“Persetujuan ini merupakan kabar gembira bagi BP, salah satu penanam modal asing terbesar di Indonesia. Ini juga meningkatkan nilai perdagangan dan investasi Inggris di Indonesia,” ujar David Cameron usai pertemuan bilateral tersebut, seperti disampaikan dalam keterangan tertulis yang diterima berbagai media di Jakarta.

Dengan adanya persetujuan dari pemerintah Indonesia, selanjutnya pihak BP Plc dan mitranya segera menentukan Final Investment Decision (FID). Selanjutnya, proyek pengembangan ini direncanakan mulai dikerjakan tahun 2014. Dan tes operasi pertama (commissioning) dilakukan pada akhir tahun 2018.

Restu untuk proyek pengembangan kilang Tangguh kepada BP Plc, dilakukan setelah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mendapat gelar ksatria dari Ratu Elizabet II. Oleh kerajaan Inggris, SBY diberikan penghargaan Knight Grand Cross of the Order of the Bath. [ms]

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: (0 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU