Belum Terima Putusan MA, Jero Wacik Enggan Komentari Gugatan Permen 07
Menteri ESDM, Jero Wacik (Foto : Nurul Ainiyah /Seruu.com)

Jakarta, Seruu.com - Putusan MA dengan Nomor Register 9 P/HUM/2012 dan Status Putus yang dikeluarkan pada 12 September 2012 oleh Mahkamah Agung, dengan terdakwa Menteri ESDM Jero Wacik dan pemohon Asosiasi Nikel Indonesia (ANI) terkait diterbitkannya Permen ESDM no 7 th 2012 yang dinilai cacat hukum, sudah mencabut 4 pasal dalam Permen ESDM.

Dijelaskan Managing Director ANI, Mag. Faisal Emzita ketika ditemui secara eksklusif di kantornya, 4 pasal yang dikabulkan dalam Amar Putusan terhadap permohonan judisial review atas Permen ESDM no 7 tahun 2012 yang dilakukan oleh ANI dan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) ini yaitu Pasal 8 ayat 3, Pasal 9 ayat 3, Pasal 10 ayat 1, yaitu Pasal 21 yang menyatakan, "Pada saat Permen ini mulai berlaku, pemegang IUP Operasi Produksi dan IPR yang diterbitkan sebeblum berlakunya Permen ini dilarang untuk menjual bijih (Raw Material atau Ore) Mineral ke luar negeri dalam jangka waktu paling lambat 3 bulan sejak berlakunya Permen ini

Menanggapi putusan MA yang mengabulkan sebagian tuntutan ANI dan APKASI ini Menteri ESDM Jero Wacik jutru mengaku pihaknya belum mengetahui beberapa pasal yang sudah diputuskan oleh MA.

"Niat dari UU dan Permen itu baik, tapi saya belum tahu pasal mana saja", ucapnya seusai Konpers di KESDM, Selasa (6/10/12).

Bahkan ketika dimintai pendapat tentang pasal 21 yang berisi masalah pemurnian dalam negeri untuk menambah add value, ia tetap mengatakan belum melihat pasal tersebut. Dan ia menjanjikan akan melakukan kroscek kembali untuk menemukan jalan keluar dengan berbagai pertimbangan. Yang pasti ia meminta agar semua pihak tidak menganggap ini adalah upaya ESDM untuk membangkrutkan pengusaha.

"Kita lihat nanti kita cari way out semua dipertimbangkan, dan harus win-win, jangan anggap saya membangkrutkan. Yang pasti PAD (pendapatan asli daerah) harus ditingkatkan, good mining practice, kita siapkan buat smelter dalam negeri mulai  nikel, bauksit dan lainnya. Dan sejak 2014 tidak boleh ekspor, makanya 2012 ini kita siapkan sejak awal, itu niatnya distop ekspor", jelasnya.

Wacik mengakui terbitnya Permen 7 ini memang membuat kontroversi, bahkan banyak dari kalangan pengusaha yang menentang agar bisa melakukan ekspor kembali. Tak hanya itu, Wacik menyebut Jepang sebagai negara pengimpor nikel dari Indonesia telah meminta langsung padanya agar dikirim ore kembali dari Indonesia.

"Ini memang banyak yang tentang karena mereka minta ekspor termasuk Jepang minta sama saya agar jangan stop ekspor", kata Wacik.

Wacik menambahkan, dengan dibangunnya smelter dalam negeri secara otomatis juga akan membuka lapangan pekerjaan baru. Bahkan perusahaan tambang yang telah tutup aka lagi, dan juga merekrut karyawan baru dengan adanya industri smelter. Di masa transisi ini pihaknya berjanji akan melakukan kroscek langsung siapa sementara ini yang membangun smelter hingga tahun 2014.

" Kalau smelter dikerjakan boleh ekspor lagi, di beberapa daerah sudah numpuk stock ore. Makanya cepat dong pengusaha ajukan smelter, kasih fotonya rencana pembangunan, setelah itu lalu boleh ekspor.  Kalau pncucian dilakukan disini lumpurnya bisa masih disini, agar tidak compang camping negeri kita. Tujuannya itu", tandasnya.[Ain]

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: (0 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU