Pertamina Rencanakan Pemisahan Bisnis Pelumas dan Perkapalan
VP and Communication Pertamina Ali Mundakir (Foto: Nurul Ainiyah/Seruu.com)

Jakarta, Seruu.com - Ingin lebih fokus menggarap potensi dan prospek  sebagai bagian dari langkah strategis perusahaan menjadi World Class Energy Company. Juga implementasi dari UU No.40/2007 tentang Perseroan Terbatas, yang menyatakan pembentukan anak perusahaan dapat dilakukan melalui RUPS yang harus diadakan 30 hari terhitung sejak pengumuman rencana pembentukan. PT Pertamina (Persero) mengumumkan rencana pemisahan (spin off) Unit Bisnis Pelumas dan sebagian kegiatan Fungsi Shipping menjadi anak perusahaan tersendiri.

Dengan pemisahan ini, Pertamina Lubricants diharapkan terus mempertahankan pangsa pasar domestik 60%, menjadi top 20 besar perusahaan pelumas dunia pada 2015 dengan total volume penjualan 700.000 KL. Pertamina Lubricants diharapkan dapat meningkatkan portofolio usaha dengan menggenjot pengembangan pasar global, dan meningkatkan operational excellence dengan lebih responsive dan cepat dalam pengambilan keputusan menghadapi tantangan bisnis yang dihadapi di masa mendatang.

“Rencana pemisahan (spin off) ini sesuai dengan strategi jangka panjang perusahaan.  Kami berharap keduanya akan memberikan kontribusi positif bagi perusahaan untuk mencapai visi menjadi World Class Energy Company,” kata Vice President Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir, Selasa (6/10/2012).

Penguasaan pasar pelumas Pertamina di pasar domestik memang merupakan yang tertinggi di dunia, dengan rata-rata pertumbuhan penjualan 10% per tahun, kendati dinamika bisnis semakit ketat dengan hadirnya lebih dari 210 pemain dan 1.000 brand. Di sisi lain, kinerja ekspor Pertamina terus meningkat sejak pertama kali dilakukan pada 2007, kini pelumas Pertamina merambah 22 negara melalui beragam brand pelumas.

“Penguasaan pangsa pasar domestik lebih dari separuh dari potensi yang tersedia, tidak pernah terjadi di negara pun di dunia. Ke depan, Pertamina melalui Pertamina Lubricants bertekad untuk terus meningkatkan penetrasi pasar, baik domestik maupun ekspor melalui produk-produk pelumas middle-low atau pun top tier yang telah diproduksi perusahaan,” kata Ali.

Dengan semakin besarnya permintaan energi di pasar global dan domestik, serta regulasi pelayaran yang semakin mendukung lingkungan bisnis, menjadi faktor penting bagi pembentukan Pertamina Shipping yang akan fokus bergerak pada pengembangan bisnis angkutan gas (LPG dan LNG), FSO/FPSO, dan oil tanker berukuran medium ke atas. Pertamina Shipping akan membangun pasar di sektor perkapalan global dengan target awal pengembangan pasar di internal Pertamina dan anak perusahaan lainnya, seperti PT Pertamina Hulu Energy, PT Pertamina EP, Petral, dan PT Pertamina Gas, dll.

Permintaan minyak dunia berpeluang terus meningkat rata-rata 3-5% per tahun yang didorong oleh naiknya permintaan dari Negara-negara non-OECD, seperti China dan India. Indonesia juga berambisi tetap menjadi pemimpin produksi/ekspor gas dan meningkatkan pemanfaatan gas domestik melalui pembangunan infrastruktur kilang dan terminal LNG.

“Ditambah dengan implementasi azas cabotage, memberikan peluang yang besar untuk perkapalan domestik Indonesia. Pertamina Shipping akan fokus menangkap peluang tersebut khususnya untuk bisnis pengangkutan gas dan oil tanker kelas medium ke atas,” tutupnya.[Ain]

KOMENTAR SERUU