MA: Yang Dipublish di Media Hanya Petikan Putusan Bukan Amar Putusan
Direktur Humas Mahkamah Agung, Ridwan Mansyur (Foto: Istimewa)

Jakarta, Seruu - Putusan MA dengan Amar Putusan Kabul Sebagian pada Nomor Register 9 P/HUM/2012 untuk pemohon Asosiasi Nikel Indonesia (ANI) dan Nomor Register 10 P/HUM/2012 untuk pemohon Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI), beberapa hari ini ramai dibicarakan di media akibat telah dipaparkannya 4 pasal yang resmi dicabut oleh MA sementara salinan Amar Putusan resmi masih dalam proses minutasi. Artinya belum ada pihak-pihak berperkara yang telah dikirim salinan tersebut oleh MA.
 

Seperti disampaikan Direktur Humas Mahkamah Agung,  Ridwan Mansyur ketika dihubungi tadi malam oleh Seruu.com yang menjelaskan bahwasannya termohon memang punya hak uji materiilnya, tapi salinan Amar Putusan hingga saat ini masih di majelis dalam proses menutasi setelah diputus dan dilaunching. Dan yang diumumkan pada media didapat dari sistim informasi tersebut hanya petikan putusan.

"Kalau ada pihak yang mengaku sudah terima Amar Putusan saya nggak tahu sih,  karena kan itu bukan di kehumasan tapi di Direktorat  Perkara. Saya nggak mau berspekulasi, tapi saya tanya Panitera Muda Tata Usaha negara berkasnya masih di majelis hakim, berarti kan masih proses minutasi," tutur Ridwan saat dikonfirmasi Rabu (7/10/2012) malam.

Menomentari rangkuman yang diberikan ANI kepada Seruu.com Senin (5/10/12) atau lebih tepat diebut petikan putusan yang dinyatakan sudah menjadi Amar Putusan resmi dari MA ini penjelasan Ridwan, "Itu kan baru singkatnya saja, nanti baru dikoreksi ulang sama majelis baru turun Amar Putusan lengkapnya beserta pertimbangan-pertimbangannya. Mudah-mudahan tidak terlalu lama, karena target tidak terlalu lama melihat uji materiil itu ada waktu tertentu dan perkara ini kan cepat."

Lebih lanjut ia menjabarkan, salinan Amar Putusan akan dikirim setelah selesai diminutasi kepada pihak-pihak lengkap dengan putusannya. Menepis ucapan Natsir yang mengatakan bahwa Amar Putusan ataupun petikan putusan tidak bisa dipublish, Ridwan menjawab sah saja bila petikan putusan tersebut telah dipublish di media, " Nggak apa-apa pasal tersebut di publish di media kan sudah masuk di website, yang penting ada tanggal putusannya dan nomor perkaranya. Gunanya dipublish ke publik karena itu sudah diputus".

Dalam judisial review ini menurutnya putusan tersebut bisa efektif dilaksanakan setelah salinan Amar Putusan dikirim, karena uji materiil bukan seperti kasus perdata yang ada penyitaan dan sebagainya karena pemohon dan termohon yang melaksanakan sendiri.

"Isinya pihak-pihak untuk mentaati hasil putusan, apa yang ada putusan itu apa yang termuat dalam Amar Putusan itu yang dilaksanakan oleh pihak yang berperkara," ucapnya.

Disinggung mengenai implementasi salah satu pasal yang diputus atas tuntutan ANI, yaitu pasal 21 tentang ijin pelarangan ekspor ore dan menjadi dasar dilaksanakan MoU bersama KADIN dan APKASI untuk mendorong Kemendag memberikan ijin ekspor, Ridwan menegaskan agar pihak-pihak menunggu apa saja yang terinci  dalam Amar Putusan beserta pertimbangannya.

"Tunggu saja putusannya nanti di pertimbangan kemungkinan itu ada, publish aja yang ada dulu petikan putusan, materi pertimbangannya nanti, petikan putusan itu intinya halaman terakhir dari putusan", tandasnya.

Sebelumnya Ketua Umum Bidang Perdagangan, Distribusi dan Logistik KADIN Natsir Mansyur (6/10/12) kemarin yang terang-terangan mengaku mempunyai salinan Amar Putusan MA atas judisial review yang diajukan ANI dan APKASI pada  12 April 2012 dan dinyatakan putus pada 12 September 2012 tesebut.

"Kasihan dong kalau dia bekerja keras menggugat dan ini dibuka begitu saja. Pelan-pelan, kalau dibuka langsung cepet kan nggak bagus menurut ANI pelan-pelan dulu, saya juga tidak bisa. Karena kalau saya kasih fotocopiannya kasihan ANI, nanti kita salahi orang yang berjuang", ungkapnya (6/10/12).[Ain]
 

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: (0 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU