CPP Gas Janjikan Efisiensi Listrik Hingga Rp21,4 Triliun/Tahun
Foto Ilustrasi

Jakarta, Seruu.com - Pemanfaatan gas dari Central Processing Plant (CPP) Gas area Gundih yang kini memasuki tahap pembangunan disebut mampu memberikan potensi efisiensi biaya bahan bakar minyak untuk pembangkit listrik mencapai Rp.21,4 triliun dalam 12 tahun.  CPP tersebut merupakan bagian dari Proyek Pengembangan Gas Jawa (PPGJ) yang dikelola oleh Pertamina EP untuk memenuhi kebutuhan pasokan gas ke PLTGU Tambak Lorok di Semarang, Jawa Tengah.
 

Potensi penghematan tersebut didapatkan dari selisih biaya penggunaan HSD dan Gas Bumi sebagai bahan bakar pembangkit listrik. Berdasarkan kalkulasi perbandingan nilai kalor, Gas Bumi memiliki keunggulan 26,31 kali lebih tinggi dibandingkan dengan HSD. Nilai kalori HSD per liter sebesar 9.100 Kcal sedangkan gas bumi bisa mencapai lebih dari 239 ribu Kcal. Berdasarkan asumsi pasokan 50 MMSCFD Gas untukpembangkit listrik di TambakLorok, maka potensi penghematan bisa mencapai Rp.5,4 miliar per hari atau sekitar Rp.21,4 Triliun dalam 12 tahun.

"CPP ini akan menjadi fasilitas pemrosesan gas dari struktur Kedungtuban, Randublatung, dan Kedunglusi di Area Gundih Kabupaten Blora dengan kapasitas proses 70 MMSCFD.  Sedangkan gas nett pasca pemrosesan sebesar 50 juta standar kaki kubik gas per hari (MMSCFD) akan dialirkan ke PLTGU Tambak Lorok dengan masa kontrak 12 tahun. Dan dialirkan melalui pipa oleh PT. Sumber Petrindo Perkasa selaku buyer", jelas Manager Humas Pertamina EP, Agus Amperianto dalam informasi tertulisnya, Kamis (8/10/12).

Sebagai nilai tambah kegiatan operasi perusahaan terhadap masyarakat dalam pembangunan CPP, PT Pertamina EP mengedepankan pemberdayaan tenaga kerja local . Dengan proporsi tenaga kerja local yang dilibatkan sekitar30% untuk klasifikasi pekerjaan yang membutuhkan keahlian (skilled) dan 100% untuk tenaga non keahlian (unskilled).

Proyek ini  berawal dari penemuan cadangan gas pada struktur Kedungtuban, Randublatung, dan Kedunglusi di Blora, Jawa Tengah. Proyek ini bertujuan untuk mengembangkan, memproses, dan memproduksikan gas di area Gundih sesuai dengan keekonomian lapangan, agar siap dijual ke konsumen dengan volume 50 MMSCFD dengan jadwal onstream pada tahun 2013.

Produksi Gas Pertamina sampai dengan September 2012 mencapai 1.048,9 MMSCFD dan mengalami peningkatan signifikan setiap tahunnya dalam lima tahun terakhir. Pada tahun 2007 mencapai 922 MMSCFD. Produksi gas menembus angka produksi di atas satu miliar kaki kubik per hari pada 2008 yakni sebesar 1.003 MMSCFD. Selanjutnya pada 2009 kembali terjadi peningkatan menjadi 1.043 MMSCFD. Pada tahun 2010 produksi gas mencapai 1.054 MMSCFD dan pada 2011 mencapai 1.070 MMSCFD. [Ain]

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: (0 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU