Natsir Ngotot Punya Salinan Amar Putusan
Wakil Ketua Umum Kadin bidang Industri Perdagangan dan Logistik Natsir Mansyur (Kanan/Foto: Nurul Ainiyah/Seruu.com)

Jakarta, Seruu.com - Meskipun jelas ditegaskan oleh Direktur Humas Mahkamah Agung RI,  Ridwan Mansyur bahwa salinan Amar Putusan hingga saat ini masih di majelis dalam proses minutasi setelah diputus dan dilaunching. Dan yang diumumkan pada media didapat dari sistim informasi tersebut hanya petikan putusan. Namun Wakil Ketua Umum Bidang Perdagangan, Distribusi dan Logistik KADIN Natsir Mansyur tetap ngotot mengatakan bahwa pihaknya telah mempunyai Salinan Amar Putusan resmi yang dikirim dari MA. Hal ini dikatakannya ketika ditemui Seruu.com di kantor KADIN, Kamis (8/10/2012) sore tadi.

Namun ketika diminta menunjukkan bukti salinan tersebut ia mengelak dengan alibi tidak ingin mempublish agar tidak menimbulkan kekacauan.

"Ada salinannya, tapi ini kalau kita hamburkan bisa kacau kalau tiba-tiba sudah baca semua. Sudah jelas di Amar Putusan itu dikabulkan beberapa itu kan cukup, biar kapok lah pemerintah suruh donk kesana (MA) cari salinannya, suruh ESDM nya nguber", kata Natsir.

Natsir mengaku bisa mendapatkan salinan Amar Putusan meskipun pihak-pihak yang berperkara adalah Asosiasi Nikel Indonesia (ANI)   dan  Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi)  karena ANI adalah anggota KADIN yang mengamanahkan untuk menyimpan salinan tersebut padanya agar tidak terekspose.
Dikabulkannya judisial review ini menurutnya adalah bentuk pelajaran bagi pemerintah ESDM yang egois dalam membuat peraturan tanpa mengajak berunding pengusaha.

"ANI kan anggota mereka amanah tolong simpan jangan terlalu dihamburkan kita hargai perjuangan mereka. ANI aja yang punya keberanian menggugat, kasihan pengusaha yang diperkosa sampai ngeluh diperas macam-macam," terangnya.

Sayangnya Natsir merasa bingung ketika dikonfirmasi secara detail apa isi  pertimbangan dalam Amar Putusan tersebut, baginya yang terpenting ada taggal gugatan juga tanggal putusan dan hasil kabul sebagian pasal-pasal dalam Permen 7.

Ia juga bercerita di awal pengajuan gugatan tersebut Dirjen Minerba KESDM Thamrin Sihite sudah diberi pemberitahuan oleh pihaknya namun menjawab dengan angkuh bahkan memeprsilahkan melanjutkan perkara, meskipun pada akhirnya setelah diputuskan Thamrin menjadi panik.

"Pertimbangan itu bahasa hukum pusing aku kalau kamu nannya-nanya, tentu kan pertimbangan hakim nya, ada otonomi daerah, pertimbangan hukumnya, pusinglah aku kalau kau tanya semua sampai kesitu yang penting lihat tanggal gugatan," terangnya.

Diklarifikasi mengenai sosialisasi terhadap asosiasi pengusaha tambang lain pasca dikeluarkannya putusan ini, Natsir menuturkan hanya akan melibatkan asosiasi yang "berkeringat" bukan yang mau enak saja. Maka dari itu diperlukan pembentukan tata niaga baru agar tidak terjadi stagnasi lagi. Dan peraturan ekspor impor tetap diatur pusat.

"Kita cepat bentuk tata niaga baru dengan target seminggu atau dua minggu ini biar nggak terjadi stagnasi, tapi jangan terlalu dihambur. Kalau mau Thamrin cari aja salinanya dulu di MA. Rabu minggu depan hadir saja saya kan tunjukkan salinannya," tandas Natsir.

Kemarin malam Ridwan Mansyur dengan lantang menyampaikan bahwa salinan Amar Putusan memang belum selesai, "Kalau ada pihak yang mengaku sudah terima Amar Putusan saya nggak tahu sih,  karena kan itu bukan di kehumasan tapi di Direktorat  Perkara. Saya nggak mau berspekulasi, tapi saya tanya Panitera Muda Tata Usaha negara berkasnya masih di majelis hakim, berarti kan masih proses minutasi," tutur Ridwan saat dikonfirmasi Rabu malam (7/10/2012).[Ain]

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: (0 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU