Kadin: Rabu Depan Kita Adakan Rapat Kinerja Ekspor Pasca Putusan MA
Wakil Ketua Umum Kadin bidang Industri Perdagangan dan Logistik Natsir Mansyur (Kanan/Foto: Nurul Ainiyah/Seruu.com)

Jakarta, Seruu.com - Wakil Ketua Umum Bidang Perdagangan, Distribusi dan Logistik KADIN Natsir Mansyur kini tengah gencar mensosialisasikan program tata niaga baru untuk ekspor yang perlu dilakukan pasca putusan MA dengan membentuk tim nasional untuk menertibkan pengalokasian kuota ekspor yang selama ini dinilainya belum tertib. Setelah itu pengaturan kuota ekspor akan diserahkan sepenuhnya pada Menteri Perdagangan untuk mengatur. Peranan stakeholder lain seperti ESDM dikatakannya hanya sebatas menghitung kuota nasional saja.

"Nanti sudah ada pemerintah daerah, KADIN, ESDM kumpul menghitung berapa kuota nasional kita. Ini yang selama ini dilakukan sendiri oleh ESDM, tapi kalau itu kita laksanakan dengan baik dan kita serahkan pada lembaga Kementerian Perdagangan itu akan berjalan baik," kata Natsir saat ditemui di kantor KADIN, Kamis(8/10/12) kemarin sore.

Tata niaga baru ini menurutnya memang penting melibatkan pemerintah daerah karena selama ini Ditjen Minerba KESDM hanya mengatur sendiri tanpa melibatkan stakeholder lain, terlebih dengan mendadak menerbitkan Permen 7 yang telah menampar pengusaha tambang juga pemerintah daerah hingga menyebabkan stagnasi. Natsir juga menyampaikan dengan tata niaga ini  maka akan diketahui berapa target ekspor tiap daerah dan berapa cadangan produksinya, setelah itu dihitung kuota nasional dan dicek ulang.

Selain mewacanakan kuota nasional dikumpulkan semua stakeholder bukan Minerba saja, yang kemudian diserahkan  kepada Depdag pihaknya juga menyarankan pendistribusian kuota nasional diserahkan pada surveyor independen agar lebih independen.

"Dengan duduk bersama kita tentukan berapa kuota ekspor kita, komoditi apa saja, lalu diserahkan pada pemerintah daerah. Selama ini kan diabaikan setelah dicabut nyawanya tiba-tiba, bayangin lagi happy-happy di kampung ditampar dengan peraturan permen 7 ditarik nyawanya, marahlah semua sampai dilibatkan bicara," ungkapnya.

Meskipun ada tata niaga baru ia tetap memprioritaskan program hilirisasi dan status C and C. Dan peran pemerintah daerah hanya sebatas membantu berjalannya program sedangkan ekspor tetap menjadi wewenang pemerintah pusat. Untuk membuktikan keseriusan program ini, Rabu minggu depan akan digelar rapat kinerja ekspor pasca putusan MA di kantor KADIN. Natsir meminta kepada ESDM agar lebih proaktif setelah keluar putusan MA, dan tidak berdalih belum menerima salinan Amar Putusan.

"Rabu kita adakan rapat kinerja ekspor pasca putusan MA, makanya ESDM proaktif lah. Jangan mengaku-ngaku belum terima salinannya, cari sendiri dong dia sudah buat pengusaha ini susah semua," tutup Natsir.[Ain]

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: (0 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU