Meski Konversi Gas Pemerintah Ngambang, Pertamina Optimis Curi Start
VP Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir (Foto: Nurul Ainiyah/ Seruu.Com)

Jakarta, Seruu.com - Sembilan belas Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas yang rencananya akan dibangun untuk memenuhi kebutuhan BBG kendaraan warga Jakarta dalam program konversi gas untuk menekan penggunaan BBM masih belum ada kejelasan. Bahkan dana mencapai Rp 1,8 Triliun yang dikucurkan pada 2012 tidak jelas penggunaannya. Oleh karena itu Pertamina meminta pemerintah serius melaksanakan program konversi ini sesuai dengan road map yang telah direncanakan sebelumnya.

"Kita tunggu saja keputusanya bagaimana dari Pemerintah, namun seharusnya ada keseriusan dan road map yang jelas," ujar VP Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir saat ditemui di kantornya. Jakarta, Jumat (9/11/12).

Ia-pun mempertanyakan larinya dana yang dijanjikan semula untuk memenuhi infrastruktur dalam konversi BBG, "dana anggaran tahun 2012 sebesar Rp 1,8 triliun masih belum jelas apa bisa di carry over atau tidak, bahkan di tahun 2013 ini Pemerintah juga telah menganggarkan Rp 470 Miliar untuk pembangunan infrastruktur pipa", ujarnya.

Tidak ingin mengikuti alur ketidakjelasan pemerintah, PT Pertamina buktikan keseriusannya mendukung konversi ke gas dengan membangun 1 unit SPBG yang didanai sendiri, dan kedepan Pertamina juga akan membangun 3 SPBG lainnya di wilayah DKI Jakarta. Bentuk lain dicontohkan Ali tentang ketidak seriusan program konversi gas KESDM yaitu macetnya regulasi konverter kit.

Pembangunan SPBG milik Pertamina ini adalah proyek awal yang ditargetkan rampung pada 10 Desember mendatang bersamaan dengan ulang tahun Pertamina. Selain itu Pertamina juga sedang melakukan tender untuk 3 SPBG yang didanai oleh APBN yang rencananya akan dibangun di Cililitan, Kalideres, dan Pulogadung dan ditargetkan selesai Maret 2013.

"Walaupun konverterkit belum jelas, namun kita sedang membangun SPBG dengan dana kita sendiri di Daan Mogot. Kita akan terus membangun infrastruktur walaupun pasarnya belum terbentuk".

Pertamina rencananya akan mematok harga BBG yang akan dijual jika konversi telah berjalan yaitu sebesar Rp 3100 per volume yang sebanding dengan 1 liter BBM.[Ain]

KOMENTAR SERUU