Natsir Sebut Pengusaha Kucing-kucingan Ekspor Pasca Putusan MA
Wakil Ketua Umum Bidang Perdagangan, Distribusi dan Logistik, Natsir Mansyur (Foto: Nurul Ainiyah/Seruu.com)
Adalah kau tanya sudah berapa ekspor dia, anak-anak kan mau ekspor cepat-cepat, jadi kasih ekspor cepat sekarang juga, ini kan akal-akalan juga pengusaha jadi pusing juga. Kemarin kan banyak kerugiannya, jadi biarin kucing-kucingan dulu lah - Natsir Mansyur

Jakarta, Seruu.com - Salah satu pasal yang diputus Kabul Sebagian atas pengajuan judisial review Permen ESDM No 7 th 2012 oleh Asosiasi Nikel Indonesia (ANI), dengan Nomor Register 9P/HUM/2012 adalah Pasal 21 yang  menyatakan, "Pada saat Permen ini mulai berlaku, pemegang IUP Operasi Produksi dan IPR yang diterbitkan sebelum berlakunya Permen ini dilarang untuk menjual bijih (Raw Material atau Ore) Mineral ke luar negeri dalam jangka waktu paling lambat 3 bulan sejak berlakunya Permen ini".

Dengan dikabulkannya pasal 21 untuk dicabut dari Permen 7 sejak 12 September 2012, maka ANI menyimpulkan bahwa putusan MA tersebut sudah final, dan berarti pengusaha sudah bisa sesegera mungkin melakukan ekspor kembali. Meskipun Kabiro Hukum ESDM Susyanto menegaskan bahwa hasil putusan MA baru efektif dijalankan 90 hari setelah dikirim salinan Amar Putusan ke semua pihak yang berperkara, namun Wakil Ketua Umum Bidang Perdagangan, Distribusi dan  Logistik, Natsir Mansyur mengatakan tidak ada masa tenggang 90 hari tersebut.

"Tidak ada bahasa begitu, ya secara otomatis langsung dikubur barang ini (4 pasal yang dikabulkan MA)", kata Natsir, Rabu (14/11/2012) kemarin.

Tidak hanya itu, Natsir juga menyampaikan semenjak dikeluarkan putusan telah ada beberapa pengusaha yang melakukan ekspor ore kembali dengan cara "kucing-kucingan", bahkan bea cukai setempat memberikan jalan berdasar atas Amar Putusan MA.

"Adalah kau tanya sudah berapa ekspor dia, anak-anak kan mau ekspor cepat-cepat, jadi kasih ekspor cepat sekarang juga, ini kan akal-akalan juga pengusaha jadi pusing juga. Kemarin kan banyak kerugiannya, jadi biarin kucing-kucingan dulu lah, "ungkapnya.

Ia menegaskan kepada pemerintah agar berusaha keras mencari salinan Amar Putusan yang sampai hari ini diakui Menteri ESDM Jero Wacik, juga Dirjen Minerba Thamrin Sihite belum sampai di kantor Kementerian. Putusan MA kata Natsir selain  menertibkan tata niaga yang selama ini carut marut di ESDM, juga supaya tidak lagi ada arogansi pemerintah dalam membuat peraturan tanpa melibatkan dunia usaha.

"Makanya pemerintah cari namanya juga usaha. Jangan anggap karena dirikau pemerintah akan datang sendiri putusannya. Siapa suruh bikin peraturan begitu,  sekarang pengusaha rugi, menderita. Jangan beralasan tunggu kiriman MA, jangan terlalu jauh lari dari pintu selamat," pungkas Natsir.[Ain]

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: (0 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU