APEMINDO:Batalkan Renegoisasi KK Bila Keluar Dari UU Minerba

Jakarta, Seruu.com - Proses renegoisasi Kontrak Karya pertambangan yang hingga kini masih belum menemui akhir menimbulkan kekhawatiran dari berbagai kalangan.

Ketua Asosiasi Pengusaha Mineral Indonesia (APEMINDO) Poltak Sitanggang menilai bahwa berlarutnya proses tersebut menunjukan bahwa posisi tawar pemerintah dimata asing cenderung lemah.

"Para pengusaha asing ini cenderung meremehkan pemerintah dengan terus mengulur waktu untuk memutuskan poin-poin yang harus di renegoisasi. Sementara disisi lain pemerintah gagal menekan mereka untuk tunduk pada hukum di negeri ini," tuturnya dalam perbincangan dengan seruu.com , Selasa (20/11/2011).

Hal penting yang harus diwaspadai juga menurut Poltak adalah proses renegoisasi dan kesepakatan yang akan diambil apakah nantinya menyimpang atau tidak dari acuan yang seharusnya.

"Kami tegaskan kalau satu saja dari seluruh poin kesepakatan menyimpang dari UU Minerba No.4 Tahun 2009, maka dengan sendirinya hasil renegoisasi itu sudah menyalahi konstitusi. Karena bagi kami tidak ada acuan lain terhadap pelaksanaan renegoisasi kecuali UU, selaku dasar hukum tertinggi di Indonesia," tegasnya.

Seperti diketahui bahwa ada enam hal pokok yang menjadi wajib direnegoisasi yaitu seputar royalti, divestasi saham, pembangunan pabrik pemurnian mineral (smelter), perpanjangan kontrak, penggunaan jasa dan barang dari dalam negeri, dan luas wilayah pertambangan .

Kontrak Karya sendiri seharusnya berubah menjadi IUP setelah satu tahun setelah UU Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara (Minerba) disahkan pada 2009. Jadi, perubahan status Kontrak Karya Freeport seharusnya sudah berubah pada 2010, dan pada tahun itu pula pemerintah sebenarnya harus menyelesaikan renegosiasi dengan Freeport.

Sejauh ini tindakan pemerintah tersebut jelas buat para pengusaha dalam negeri merupakan tindakan yang berat sebelah dan cenderung menerapkan perbedaan terhadap sesama pelaku di dunia usaha pertambangan, terutama mineral yang menjadi wilayah dari para anggota APEMINDO. (Musashi)

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: (0 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU