Laba Bersih Kwartal Ketiga PT Timah Turun 57% Dibanding Tahun Lalu
Public Ekspose PT Timah di Grand Sahid Jaya, Jakarta, Rabu (21/11/2012) (Foto: Nurul Ainiyah/Seruu.com)

Jakarta, Seruu.com - Sejak diterbitkannya Permen ESDM No 28 tahun 2009 yang kemudian direvisi menjadi Permen ESDM No 24 tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Usaha Jasa Pertambangan Mineral dan Batubara, yang efektif sejak 1 Oktober 2012.  PT Timah (Persero) Tbk telah melakukan penyesuaian bentuk kerja sama pertambangan yang ditargetkan akan mampu meningkatkan produktifitas bahan baku bijih timah.

Dalam upaya meningkatkan produksi lepas pantai PT Timah juga melakukan modifikasi teknologi untuk meningkatkan produksi lepas pantai dengan  penambangan lepas pantai (Bucket Wheel Dredge) juga renovasi teknologi pengolahan bahan baku dalam rangka peningkatan recovery pengolahan timah dan mineral ikutan.

"Kalau dulu kan tambang dengan high grade sekarang dengan low grade, tujuannya untuk memperbaiki lingkungan maka mineral ikutan akan diketahui. Karena ini memiliki nilai tambah, kedua untuk mengurangi ilegal  mining yang sampai ini belum memiliki smelter,"  tukas Direktur Utama PT Timah Sukrisno dalam Public Ekspose di Grand Sahid Jaya, Jakarta, Rabu (21/11/12).

Dalam laporan ini juga disampaikan penurunan produksi bijih timah 14% lebih rendah dibanding tahun 2011 sebesar 28.156 ton menjadi 24.357 ton pada tahun ini. Penurunan ini menurut Sukrisno akibat membanjirnya bijih timah ilegal di pasaran. Bahkan melimpahnya timah dari Indonesia membuat supply melebihi demand yang membuat harga jatuh.

"Sampai kwartal ketiga ini harga rata-rata logam timah dunia di LME US$ 20.935 per mton. Dan kita selalu diatas harga LME karena kualitas lebih bagus, bahkan kadarnya 99,99. Maka dipastikan kita akan jual pada end user yang senang pada Bangka Tin. Seperti Eropa, Asia dan Amerika, karena pemanfaatan dalam negeri masih minim hanya 2%-3%," jelasnya.

Penurunan produksi PT Timah otomatis berdampak makin turunnya total penerimaan penjualan sampai 12% yang diterima oleh Perseroan, dimana hingga akhir September 2012 hanya Rp 6.009 miliar dari realisasi pendapatan tahun 2011 yaitu sebesar Rp 6.816 miliar. Sedangkan margin yang diperoleh turun sampai Rp 64% dari US$ 4.895 per ton pada triwulan ketiga tahun 2011 menjadi US$ 1.750 per ton.

"Laba bersih pada triwulan ketiga ini hanya tercatat Rp370 miliar atau menurun 57% dibanding triwulan ketiga tahun 2011 yang mencapai Rp860 miliar," tambahnya.

Harga saham timah pada kwartal ketiga ini berfluktuasi pada posisi tertinggi di harga Rp 2.025 dan terendah pada posisi Rp 1240 perlembar saham. Dan hingga akhir kwartal ketiga per 28 September 2012 harga ditutup sebesar Rp1.550, yang masih lebih rendah dibandingkan harga pembukaan pada 2 Januari 2012 sebesar Rp 1.680. [Ain]

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: (0 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU