Dahlan Iskan: Pertamina Tidak Inginkan BP Migas Ke Pertamina
Menteri BUMN, Dahlan Iskan (Foto: Nurul Ainiyah/ Seruu.Com)

Jakarta, Seruu.com - Menteri ESDM Jero Wacik undang Menteri BUMN Dahlan Iskan juga kumpulkan jajaran Direksi Pertamina, juga Direksi pertamina anak perusahaan Pertamina untuk membahas program yang dilakukan pemrintah pasca BP Migas dibubarkan. Pertemuan sore ini juga membahas topik tambahan yaitu bagaimana ESDM dan BUMN akan mengelola sektor energi untuk sejahterakan rakyat.

Kedepan Wacik berharap bisa mengurangi konflik, adanya taktik-taktik, dan jika memang ada yang kurang bisa diusulkan dan akan dibahas oleh ESDM, khusus untuk sinyalemen-sinyalemen negatif seperti kemarin ada isu yang mendorong agar BP Migas tidak ke Pemerintah padahal putusan MK memang diserahkan ke Pemerintah.

"Adapula suara yang tebak jangan-jangan Pertamina ikut dorong-dorong, apa yang terjadi dan BP Migas bubar", kata Wacik seusai rapat bersama di kantor KESDM, Rabu (21/11/12).

Sebagai Ketua SKSP Migas ia menjelaskan tugas pertamanya adalah menyelamatkan indstri migas agar jangan sampai produksinya kacau. Bahkan ia merasa dalam organisasi baru ini perlu dicopy dan langsung diambil alih termasuk dari karyawan untuk menjaga kesinambungan.

" Kalau berkabu dan tidak dicopy langsung  kita akan kehilangn Rp 1 triliun sehari, kita lihat nanti parubahan seperti apa yang terjadi", tambahnya.

Di waktu dan kesempatan yang sama Menteri BUMN Dahlan Iskan menegaskan Pertamina sebagai BUMN tidak akan ikut campur menanggapi pertanyaan seputar dibubarkannya BP Migas. Karena Pertamina sudah punya target sendiri menjadi perusahaan regional tahun 2014 nanti.

"Pertamina tidak inginkan BP Migas ke Pertamina, karena sudah belajar dari masa lalu dan bertekad menjadi perusahaan regional. Agar Pertamina bukan menjadi  perusahaan yang tidak terlena dengan monopoli dll. Kita tidak ada wacana, dan saya tunggu dari pemerintah atau UU, kita tidak kerjakan apa-apa, hanya fokus pada program kerja yang ada", papar Dahlan Iskan.

Dirut Pertamina Karen Agustiawan mengamini pernyataan Dahlan dan dengan tegas menyampaikan bahwa insan Pertamina fokus ke pekerjaannya untuk terus meningkatkan produksi. Dengan target menjadi perusahaan regional, pihaknya tidak ingin terlibat dalam pengelolaan Migas.

"Kami tidak ingin terlibat dalam pembuatan regulasi. Kita sudah fokus ke bisnis dan sebagai Dirut saya keberatan kalau tatanan yang sudah rapi ini kembali lagi harus dirubah menjadi regulator", tegas Karen.[Ain]

KOMENTAR SERUU