Fahmi Matori: Jadikan BPH Migas Rumah Besar Bagi Pengusaha Hilir Migas
Musda VIII DPD IV Hiswana Migas Jateng dan DIY Yogyakarta di Purwekerto, Rabu (21/11/2012) (Foto: Cesare Hermances/Seruu.com)

Purwokerto, Seruu.com - Wakil Ketua Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), Fahmi Harsandono Matori mengatakan bahwa BPH Migas harus menjadi rumah besar bagi seluruh pengusaha hilir migas.

"BPH Migas harus menjadi rumah besar bagi seluruh pengusaha hilir migas untuk memecahkan permasalahan-permasalahan yang ada di sektor hilir migas." Kata Fahmi dihadapan para anggota Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) saat menggelar Musda VIII DPD IV Hiswana Migas Jateng dan DIY di Hotel Aston, Purwokerto, Rabu (21/11/2012).

Pasalnya, Fahmi yang juga Ketua ISNU tersebut beralasan jika BPH Migas ada dan dapat hidup karena berdasarkan iuran kolektif yang didapatkan dari para pengusaha sektor hilir migas tersebut.

Jadi, lanjutnya, sudah menjadi tugas dari BPH Migas untuk melakukan pembinaan terhadap para pengusaha tersebut untuk menjadikan mereka pengusaha nasional yang tangguh dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari BPH Migas.

Fahmi mengaku kaget, karena selama ini telah terjadi kesenjangan antara pihak pengusaha dengan BPH Migas. Dan hal tersebut membuat BPH Migas menjadi kurang baik dimata para pengusaha.

"Oleh karena itu, kita mengajak kepada seluruh pengusaha sektor hilir migas untuk menjadikan BPH Migas sebagai rumah besar dan kita pecahkan bersama-sama seluruh persoalan yang ada di hilir migas." Pungkasnya.

Sementara, Ketua DPP Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas), Erry Hadi Purnomo mengatakan keberadaan BPH Migas sangat dibutuhkan oleh para pelaku di sektor hilir migas.

"Kita terus terang secara realistis yah, BPH Migas kita perlukan. Karena BPH Migas kan wasit. Kalau BP Migas kan bukan wasit. Jadi totaly different yah." Katanya kepada wartawan.

Pasalnya, Erry menilai BPH Migas adalah regulator seperti yang ada pada negara-negara mapan dan sebagai regulator sangat diperlukan. Dan itu tentunya adalah badan independen.

"Jadi saya rasa keberadaan BPH Migas akan tetap eksis dan diperlukan dalam penerapan regulasi disektor hilir sesuai dengan amanad Undang-Undang." Tandasnya. (Cesare)

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: star goldstar goldstar goldstar goldstar gold (1 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU