Soal Migas, Stop Jero Wacik  & Dahlan Iskan Bangun Pencitraan
Jero Wacik (Kedua dari kanan) bersanding bersama Dahlan Iskan dalam acara jumpa pers di Jakarta belum lama ini (Foto: Nurul Ainiyah/Seruu.com)

Jakarta, Seruu.com - Solidaritas Pensiunan Karyawan Pertamina (eSPeKaPe) yang anggotanya ada yang pernah mengabdi ketika Bung Karno, presiden pertama, menggelorakan nasionalisasi sumber daya alam minyak dan gas bumi (migas) pada 1957, dengan tanpa pamrih membangun kembali puing-puing yang sudah hancur lebur di kilang minyak Pangkalan Brandan, Sumatera Utara sampai berproduksi.

Mendengar hiruk pikuk Menteri ESDM Jero Wacik dan Menteri BUMN Dahlan Iskan menyoal soal migas setelah putusan Mahkamah Konstitusi (MK) membubarkan BP Migas yang mengaitkan kaitkan soal Pertamina dengan pernyataan macam-macam. “Buktikan sajalah, jangan banyak omong”, cetus Ketua Umum eSPeKaPe Binsar Effendi Hutabarat kepada pers, Kamis (22/11/2012).
 
Menurut Binsar Effendi Hutabarat yang aktivis KAPPI Angkatan 1966, membaca geramnya Jero Wacik atas adanya tudingan bahwa BP Migas selama ini dicap pro asing, dan Jero Wacik yang kini menjabat sebagai Ketua SKSP Migas pengganti BP Migas bertekad akan menunjukkan bahwa pihaknya kini tidak pro asing lagi,

“Yah, laksanakan saja tanpa perlu berkomentar. Karena dalam berbagai event pertemuan dengan kontraktor KKS yang perusahaan asing, Menteri ESDM kan sering membujuk rayu hingga tak mau tahu soal Pertamina, perusahaan migas nasionalnya sendiri, sekalipun siap menjadi operator di Blok Mahakam” ungkapnya seraya memastikan Kepmen yang dikeluarkan Jero Wacik yang diakuinya sebagai wujud pro terhadap rakyat, hanya merupakan bahasa pencitraan Menteri ESDM yang orang partai politik penguasa semata.

“Meskipun Jero Wacik menepis bahwa BP Migas menjadi SKSP Migas akan lebih baik, eSPeKaPe tetap meyakinkan pergantian itu hanya sebatas ganti baju saja dan akan sama borosnya. Apalagi sang menteri jadi Kepala SKSP Migas”.
 
Begitu juga omongan Menteri BUMN Dahlan Iskan yang menegaskan Pertamina sebagai BUMN tidak akan ikut campur menanggapi pertanyaan seputar dibubarkannya BP Migas. Mengingat Pertamina sudah punya target sendiri menjadi perusahaan regional tahun 2014 nanti, sambil menyatakan bahwa Pertamina tidak inginkan BP Migas ke Pertamina, karena sudah belajar dari masa lalu dan bertekad menjadi perusahaan regional.

Agar Pertamina bukan menjadi  perusahaan yang tidak terlena dengan monopoli dan lain-lain, “Ini juga bahasa Dahlan Iskan yang menyesatkan, kendati Dirut Pertamina Karen Agustiawan mengamini pernyataan Dahlan dan dengan tegas menyampaikan bahwa insan Pertamina fokus ke pekerjaannya dan tidak ingin terlibat dalam pengelolaan Migas” kata Ketua Umum eSPeKaPe mengutip ucapan Dahlan Iskan dengan gusar.

“Padahal di UU Anti Monopoli itu dikecualikan bagi yang menguasai hajat hidup orang banyak dan yang dikuasai oleh negara, apalagi digunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat, tidak dilarang memonopoli. Di WTO sendiri tidak ada aturan larangan untuk produksi migas yang dikuasai oleh negara”, lanjutnya.
 
Sebab itu agar rakyat tidak dibuat marah hanya karena mendengar celotehan kedua menteri yang bersifat parsial tanpa pernah ada pihak lain yang menanggapi, menurut hemat Ketua Umum eSPeKaPe, memang hanya untuk sasaran pencitraan sekaligus pembenaran. Sehingga Binsar Effendi menyerukan agar Jero Wacik dan Dahlan Iskan stop membangun pencitraan melalui justifikasi pembenarannya soal migas. “Saudara menteri akan memperoleh jempol jika migas benar-benar untuk kemakmuran rakyat’.  [Irm]

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: (0 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU