Wah, Bupati Kutai Timur Sebut Overlapping Sah-Sah Saja!
Bupati Kutai Timur Isran Noor saat memberikan keterangan kepada wartawan seusai sidang di Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Kamis (22/11/2012) sore (Foto: Nurul Ainiyah/Seruu.com)

Jakarta, Seruu.com – Pasca terbitnya UU Minerba no 4 th 2009 Kuasa pertambangan umum, Kuasa Pertambangan Eksplorasi dan Kuasa Pertambangan Produksi berubah menjadi  IUP, yaitu IUP Eksplorasi dan IUP Operasi Produksi. Dan setelah rekonsiliasi pertambangan tahap I dan II dilaksanakan pemerintah ESDM ada 10 ribu lebih IUP terinventarisir dan memunculkan berbagai konflik. Dirjen Minerba KESDM Thamrin Sihite memaparkan berbagai permasalahan yang ditemukan dalam IUP yang menjadi sasaran rekonsiliasi ini.

"Jadi sasaran rekonsiliasi ini tidak ada lagi masalah tentang ijin-ijin tambang lagi, mulai ganti rugi, konflik lahan, kalau IUP sudah rekonsiliasi nanti ada kepastian hukum. Koordinasi dengan instansi lain dengan tata ruang juga terorganisir sehingga dapat mengetahui tumpang tindih antar daerah, sektor, dan antar pemegang IUP, karena overlapping bisa menjadi masalah lokal, regional bahkan nasional," jelas Thamrin ketika halal bihalal di kantor Direktorat Jendral Mineral dan Batubara, Jakarta, Rabu (29/8/2012) silam.

Isran Noor Bupati Kutai Timur dengan tegas membantah bahwa tidak ada permasalahan tumpang tindih lahan di daerahnya yang juga menjadi sasaran rekonsiliasi pertambangan, Isran sebelumnya juga  lantang menolak persyaratan C n C untuk dapat melakukan ekspor ore dan beranggapan tidak ada dasar hukum dalam C n C.

 Ia menganggap overlapping sah-sah saja bila dilakukan dengan komoditi yang berbeda, menurutnya Pemda bisa memberi 2 IUP dalam satu lahan yaitu pertambangan dan perkebunan di atasnya dengan melakukan negosiasi B to B (Business to Business),

“Untuk overlapping daerah yang paling tahu overlapping atau tidak, banyak bupati keluarkan ijin dan membuat overlapping itu kata orang pusat. Boleh tumpang tindih antara kebun dengan tembang atau berbeda komoditi, kalau kita ternyata 1 ijin dan dia curang, pengawasan kita kurang bagus, bisa saja komoditi negara lain diambil tanpa sepengetahuan, nanti setelah kau tambang kau kembalikan kan selesai damai,” ungkapnya ketika ditemui Seruu.com di Jakarta, Kamis (22/11/2012).

Isran menyatakan overlapping di daerah bukan hanya overlapping di atas meja, dan daerah-lah yang tahu persis. Selama ini disampaikan bahwa banyak overlapping dan konflik di daerah, namun Ia menegaskan itu tidak pernah ada, “Tidak akan ada konflik, contoh ini ada tambang dan mereka negosiasi B to B, apa dulu kalau tambang kita ambil boleh itu kan bisnis, jangankan kebun dengan tambang, tambang dengan tambang aja bisa tetapi beda komoditi. Negara yang rugi kalau nggak boleh beda komoditi,” paparnya.

Bahkan pasca putusan Mahkamah Konstitusi atas diajukannya beberapa pasal dalam UU Minerba oleh Bupati Kutai Timur Isran Noor (Pemohon) yang dicatat dalam Buku Registrasi Perkara Konstitusi dengan Nomor 10/PUU-X/2012 pada tanggal 18 Januari 2012 telah diputus kabul sebagian oleh Mahkamah Konstitusi pada hari Kamis kemarin. Isran menyebut ada kemungkinan IUP bisa diterbitkan lagi. Kemungkinan ini bisa terjadi karena dalam UU Minerba tidak dibatasi luasan lahannya.

Namun berbeda dengan Kutai Timur yang sudah memiliki Peraturan daerah dimana IUP hanya diterbitkan bagi lahan dengan luasan minimal 5000 Ha, ia tidak bisa menjamin bila IUP justru akan diterbitkan di daerah lain karena UU Minerba No 4 tahun 2009 berlaku bagi seluruh Indonesia.

“Kalau di tempat saya ada luasan berdasar Perda minimal 5.000 Ha, saya tidak akan berikan tambang di bawah 5.000 Ha karena saya ragukan bertanggung jawab atas reklamasi lahan. Tapi kalau luas sekalian saya jamin mampu karena memiliki kemampuan modal, teknologi, pengalaman,” pungkasnya.[Ain]

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: (0 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU