Khawatir Ganggu Keamanan Nasional, Pertamina Stop Pasok BBM Subsidi
VP Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir (Foto: Nurul Ainiyah/ Seruu.Com)

Jakarta, Seruu.com – Setelah Sabtu (24/11/2012) kemarin PT Pertamina (Persero) menyatakan telah mendistribusikan BBM subsidi sesuai kuota, hari ini Minggu (25/11/2012) melalui VP Corporate and Communication Pertamina, Ali Mundakir menyatakan memutuskan  menyetop pengendalian pasokan BBM bersubsidi (kitir) menyusul munculnya kerawanan sosial yang dikhawatirkan akan mengganggu kepentingan nasional yang lebih besar.

“Dengan memperhatikan perkembangan situasi sosial di daerah-daerah pascakebijakan tersebut, dan mempertimbangkan kepentingan nasional yang lebih besar kami memutuskan terhitung mulai 25 November 2012, Pertamina menyetop kebijakan pengendalian pasokan BBM yang sudah berjalan selama sepekan ini sambil menunggu arahan dari pemerintah selanjutnya,” tegas Ali Mundakir.  

Pertamina telah menerapkan pengkitiran BBM bersubsidi sesuai dengan amanat pemerintah melalui surat Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi tanggal 7 November 2012 perihal Pengendalian Distribusi Sisa Kuota BBM Bersubsidi 2012, yaitu pengendalian distribusi BBM bersubsidi sesuai sisa kuota dibagi jumlah hari tersisa hingga akhir tahun.

"Pengkitiran tersebut ditujukan untuk  menjaga agar kuota yang telah ditetapkan pemerintah dan DPR dalam APBN-P 2012 sebesar 44,04 juta KL tidak terlampaui", ucap Ali.

Normalisasi pendistribusian BBM ini muncul akibat keresahan di kalangan masyarakat konsumen BBM bersubsidi di berbagai daerah. Namun Pertamina tetap akan mengupayakan seoptimal mungkin untuk menjaga agar pendistribusian BBM bersubsidi tepat sasaran dan bekerjasama erat dengan aparat untuk memastikan penyaluran dapat berjalan lancar. Di sisi lain, kesadaran masyarakat untuk berhemat BBM dan memanfaatkan BBM non subsidi diharapkan dapat terus meningkat.

“Kami melihat sebenarnya kesadaran masyarakat untuk menggunakan BBM non subsidi telah mulai tumbuh menggembirakan dalam enam bulan terakhir", tambahnya.

Tidak hanya itu, Pertamina juga siap mendukung Gerakan Nasional Hari Tanpa Bensin Bersubsidi yang diprakarsai oleh BPH Migas sebagai satu langkah inisiatif lainnya untuk mengamankan kuota BBM bersubsidi hingga akhir tahun.

Gerakan tersebut akan dilaksanakan di Jawa-Bali dan 5 kota besar lainnya di luar Jawa, yaitu Medan, Batam, Palembang, Balikpapan dan Makasar, pada 2 Desember 2012 dari pukul 06.00 WIB sampai dengan 18.00 WIB.

"Selama program itu berlangsung, SPBU tetap beroperasi, namun hanya untuk melayani pembelian bensin non subsidi. Kami yakin antusiasme masyarakat untuk berpartisipasi dalam gerakan ini akan setinggi antusiasme ketika program earth hour berlangsung. Gerakan ini diperkirakan dapat menghemat sekitar 120 KL bensin bersubsidi senilai Rp600 miliar," tutup Ali.[Ain]

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: (0 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU