Seribu Perahu Menyapu Bersih Waduk Cirata
Waduk Cirata

Jakarta, Seruu.com - Seribu perahu menyapu bersih Waduk  Cirata, Sabtu (24/11/12), menandai peringatan Hari Listrik Nasional ke 67 dan tiga windu operasional waduk dan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Cirata.

Kegiatan yang diprakarsai oleh PT Pembangkitan Jawa – Bali (PJB) tersebut diisi dengan penanaman pohon penghijauan dan pembersihan  waduk  dari cemaran sampah   dan gulma air enceng gondok. Melibatkan sekitar 3000 peserta dari berbagai unsur masyarakat dan TNI serta didukung 1000 perahu,  gerakan sapu bersih tersebut dilakukan di empat  lokasi meliputi Gandasuli (Kabupaten Bandung Barat), Tegaldatar (Kabupaten Purwakarta), Janggari (Kabupaten Cianjur) dan  sekitar bendungan Cirata (Kabupaten Bandung Barat).

Waduk Cirata   dengan kapasitas tampungan  air sekitar 2 milyar m³ , adalah waduk terbesar di Asia Tenggara dibawah pengelolaan PT PJB. Berkontribusi terhadap penyediaan tenaga listrik di sistem Jawa Bali melalui operasional PLTA Cirata 1.008 MW (8x126 MW) yang mampu  memproduksi energi listrik murah dan ramah lingkungan sebesar  1.061 GWh per tahun. Waduk Cirata juga berkontribusi terhadap penyediaan air minum terbesar untuk Wilayah Jawa Barat dan DKI, disamping manfaat lain untuk perikanan, pertanian , pariwisata, transportasi air  dan industri.

Kegiatan Sapu Bersih Waduk Cirata diharapkan dapat menggugah  kepedulian, keterlibatan dan kerjasama  seluruh pemangku kepentingan dalam pelestarian Waduk Cirata guna mendukung ketahanan energi nasional dan peningkatan kesejahteraan masyarakat yang berkelanjutan.

Pelestarian Waduk Cirata menjadi isu penting  terkait potensi besar yang dimiliki dan letaknya di daerah terbuka. Kondisi tersebut memungkinkan timbulnya ancaman bagi kelestarian waduk akibat pemanfaatan potensi waduk yang tidak terkendali oleh masyarakat.

Setidaknya ada empat masalah utama Waduk Cirata :

1. Rusaknya kondisi DAS Citarum dari hulu hingga hilir.

2. Pemanfaatan lahan surutan oleh petani lokal dan perkembangan usaha Keramba Jaring Apung (KJA) yang mencapai 56.000 unit, melebihi jumlah yang ditetapkan Gubernur Jawa Barat yaitu 12.000 unit (SK No. 41 tahun 2002). Padatnya KJA berkontribusi pada degradasi kualitas dan kuantitas air akibat limbah yang dihasilkannya.

3.Tingginya angka sedimentasi yang rata-rata mencapai 7,30 juta m3/tahun melampaui asumsi desain yang hanya 5,67 juta m3/tahun.

4. Alih fungsi lahan konservasi menjadi lahan budidaya dengan teknologi yang tidak ramah lingkungan.

Pemanfaatan Waduk Cirata yang tidak terkendali dilatarbelakangi berbagai faktor, antara lain terkait belum siapnya perangkat aturan, tumpang tindihnya kepentingan pembangunan daerah, dan perubahan kondisi lingkungan biofisik. Kondisi itu menimbulkan permasalahan yang menekan dan membebani daya dukung waduk dan lingkungannya.

Tanpa pengelolaan dan pengendalian  yang baik, dengan tingkat sedimentasi waduk sebesar 7,30 juta m3 per tahun, diperkirakan umur operasional PLTA Cirata menjadi 60 tahun dari prakiraan umur desain 100 tahun. Artinya setelah beroperasi selama 24 tahun sejak 1988 diperkirakan umur operasional PLTA Cirata tinggal 36 tahun lagi.

Saat ini PT PJB tengah  menyelesaikan penyusunan  Master Plan Pengelolaan Waduk Cirata sebagai bagian dari  upaya strategis  pelestarian waduk Cirata. Master Plan yang mengakomodir seluruh pemangku kepentingan tersebut  disusun  secara lengkap,  terpadu, berwawasan lingkungan dan ekonomi secara seimbang dengan pendekatan pemberdayaan masyarakat.

“Semoga master plan ini dapat dijadikan  landasan bagi seluruh kegiatan pembangunan lintas sektoral terkait pemanfaatan sumberdaya air, lahan dan kelestarian lingkungan di Waduk dan PLTA Cirata,” kata Direktur Utama PT PJB Susanto Purnomo dalam pembukaan Sapu Bersih Waduk Cirata.

Lebih lanjut Susanto Purnomo memaparkan bahwa master plan Waduk Cirata disusun untuk menunjang ketahanan energi nasional. Lestarinya waduk akan menyokong operasional PLTA Cirata yang merupakan energi terbarukan yang murah dan ramah lingkungan. Ia mengharapkan dukungan, kerjasama dan peran aktif seluruh pemangku kepentingan dari hulu sampai hilir dalam implementasi master plan tersebut.

Produksi listrik PLTA Cirata mempunyai peran sangat penting bagi Pemerintah khususnya PT PLN (Persero) dalam usaha meningkatkan peran renewable energi yang ramah lingkungan, juga upaya mengurangi konsumsi BBM yang semakin mahal. Tahun 2012 produksi PLTA Cirata diperkirakan mencapai 1.012.GWh dan memberi penghematan penggunaan  BBM sebesar Rp 2,8 triliun.

Kegiatan Sapu Bersih Waduk Cirata ini dihadiri pula oleh Dr. Ir. Kuntoro Mangkusubroto selaku Pembina Masyarakat Cinta Citarum (MCC), Direktur Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Gubernur Jawa Barat, Pangdam III/Siliwangi, Direksi PT PLN (Persero) dan anak perusahaan, instansi pemerintah  terkait di  Pemda Tingkat I dan Pemda Tingkat II, Alumni proyek Cirata, Asosiasi Pengusaha KJA, organisasi pemuda setempat, LSM setempat, dan masyarakat sekitar. Kegiatan tersebut diharapkan menggugah kepedulian dan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan dalam pelestarian Waduk Cirata guna mendukung ketahanan energi nasional dan peningkatan kesejahteraan masyarakat yang berkelanjutan. [Ain]

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: star goldstar goldstar goldstar goldstar gold (1 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU