Demi Jaga Stabilitas Nasional Pertamina Stop Pengitiran
Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina, Hanung Budya (Kedua dari kanan) memberikan keterangan terkait kelangkaan BBM di sejumlah daerah di kantor Pertamina pusat, Jakarta, Senin (26/11/2012) (Foto: Nurul Ainiyah/Seruu

Jakarta, Seruu.com - Berdasarkan surat BPH Migas No. 943/07/Ka BPH/2012 tertanggal 7 November 2012 tentang Pengendalian Distribusi Sisa Kuota BBM Bersubsidi 2012. PT Pertamina (Persero) mulai melakukan pengendalian dengan kitir per tanggal 19 November 2012 dengan pemotongan jatah harian seluruh SPBU dan penyalur lainnya yang bervariasi tingkat presentasenya antara 1% hingga 35% sesuai dengan kuota yang tersisa di daerah terkait. Berdasarkan data per 23 November 2012 selama dilakukan kitir telah terjadi penghematan rata-rata sebesar 13% dari proyeksi penyaluran normal dalam periode tersebut untuk solar, dan 10% untuk premium.

Seminggu terakhir ketika dilakukan pengitiran fenomena antrian panjang terjadi di SPBU  beberapa daerah  diantaranya Batam, Pangkal Pinang, Bangka Belitung, Jambi, Bengkulu, Palembang, Tanjung Pinang, Lampung, Tarakan, dan beberapa daerah lainnya. Meskipun Pertamina menyiapkan BBM non subsidi semua wilayah, namun antrian justru makin meningkat karena masyarakat tetap ingin membeli BBM subsidi. Fakta ini menunjukkan bahwa masyarakat secara ekonomi memang belum siap membeli BBM non subsidi.

"Dalam pelaksanaannya dilihat antrian panjang dan kosongnya BBM PSO di SPBU. Padahal kami sudah siapkan BBM non subsidi yaitu pertamax, pertamax plus, kami siapkan solar, dan dex tapi konsumen bersikeras beli subsidi sampai menginap, ini fakta hampir di semua lokasi artinya konsumen belum siap beli BBM PSO selama ada opsi bisa membeli BBM subsidi," papar Direktur Pemasaran dan Niaga,  Hanung Budya di kantor Pertamina pusat, Jakarta, Senin (26/11/2012).

Hanung juga menjelaskan dengan berjalannya kebijakan ini, dalam 4 hari terakhir masuk berita di banyak media bahwa terjadi kelangkaan BBM PSO telah menyebabkan antrian panjang, tentunya pemberitaan ini dirasa sangat mengganggu Pertamina.  Karena kebijakan ini dibuat oleh Pemerintah dan Pertamina hanya sebagai pelaksana. Kondisi ini memicu konflik dan keributan yang meluas seperti yang terjadi di Kutai Barat yaitu konflik Horizontal, terkait dengan SARA saat antri di SPBU.

Konflik tanggal 23 November itu-pun meluas, dan berdasar pengamatan lain terjadi hal serupa. Tidak ingin mengambil resiko dengan makin banyaknya konflik, seluruh jajaran Direksi Pertamina demi menjaga ketertiban dan keamanan nasional memutuskan sementara untuk menghentikan distribusi BBM PSO karena tidak ingin menjadi pemicu konflik horizontal yang akan merugikan banyak pihak.

"Mulai kemarin kita lakukan penyaluran normal seluruh SPBU yang defisit, kami laporkan pada Pemerintah melalui sms dan juga pejabat yang sangat senior terhadap keamanan, kami tunggu arahan Pemerintah untuk berikutnya. Jam 6 sore ini Dirjen Migas KESMM, Pertamina dan BPH Migas akan bicarakan kelanjutannya," tutur Hanung.

Lebih lanjut Hanung menyampaikan tentang adanya kampanye hari tanpa BBM subsidi tanggal 2 Des 2012 dimulai sejak jam 6 pagi sampai jam 6 sore di Jawa Bali dan 5 kota besar lain yaitu Medan, Palembang, Makassar, Batam, dan Balikpapan. Rencana ini dinilai Hanung perlu dilakukan sosialisasi bersama antara ESDM, BPH dan Pertamina, karena sudah beredar isu tidak benar bahwa SPBU akan tutup.

"Kami putuskan beri penjelasan lebih awal, dan  kabar tersebut tidak benar, yang benar kami merencanakan sebatas tanpa premium di SPBU hanya di Jawa Bali dan 5 kota besar, tapi kami belum menerima surat resmi dari BPH dan maka kami sebut itu  masih rencana," pungkas Hanung.[Ain]

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: (0 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU