Reserved Timah Bangka Kian Menipis, PT Timah Pilih Ekspansi ke Myanmar
Coorporate Secretary PT Timah (Persero) Tbk, Agung N Soeratno (Foto: Nurul Ainiyah/Seruu.com)

Jakarta, Seruu.com - Dalam laporan kuartal ketiga juga disampaikan penurunan produksi bijih timah PT Timah (Persero) Tbk   14% lebih rendah dibanding tahun 2011 sebesar 28.156 ton menjadi 24.357 ton pada tahun ini. Penurunan ini menurut Direktur Utama PT Tima,h Sukrisno,  akibat membanjirnya bijih timah ilegal di pasaran. Bahkan melimpahnya timah dari Indonesia membuat supply melebihi demand yang membuat harga jatuh. Salah satu alasan ini membuat Timah melakukan ekspansi eksplorasi timah ke Myanmar dengan nilai investasi mencapai USD18 juta. Bahkan perseroan mentargetkan tambang timah di Myanmar sudah bisa memproduksi pada 2014.

"Lahan tersebut seluas 10,000 Ha dan investasinya US$.18,000.000.00 (delapan belas juta Dollars), multiyears. Saat ini status approved, dan izin prinsip sudah kita dapatkan. Kini kami tengah mengurus surat-surat dan membayar kewajiban," terang Corporate Secretary PT Timah Agung Nugroho kepada Seruu.com, Senin (26/11/12).

Eksplorasi PT Timah di Myanmar nantinya akan dilakukan di Pubyin-Tamok, Myeik District, Tanithary State, Union of Myanmar. Dengan jenis mineral yang diekplorasi adalah timah dan mineral sejenisnya, dengan produk yang dihasilkan atau dijual berupa timah putih (tin ingot).

Sedangkan tujuan dari ekspansi di Myanmar adalah untuk mengembangkan kompentensi inti dan mempertahankan eksistensi sebagai perusahaan timah. Agung mengaku sebelumnya sudah dilakukan observasi sehingga PT Timah yakin dengan tersedianya reserved disana.

"Secara Tin Belt, Myanmar masih termasuk dalam jalur tersebut, sebelumnya kita memang sudah observasi di Myanmar beberapa tahun lalu jadi kami yakin cadangannya bagus. Ini sebagai alternatif karenà mau tidak mau, suka tidak suka tambang itu tidak bisa diperbaharui," tuturnya.

Sebelumnya pada 22 November 2012, Menteri BUMN Dahlan Iskan mengungkapkan bahwa posisi PT Timah, seperti halnya Pertamina tidak bisa berbuat banyak. Terlebih terhadap oknum yang secara gelap mengambil timah dari lahannya. Maka PT Timah memilih bereksplorasi di Myanmar. Pihaknya juga menegaskan bahwa rencana tersebut sudah mendapat restunya, sehingga transaksi-pun telah dimulai tahun ini.

"Jadi kalau selama ini tambang Indonesia dikerjakan oleh orang asing, nanti Indonesia akan mengerjakan tambang di luar negeri. Tahun ini sudah transaksi, tahun depan sudah mulai dikerjakan. Dan kebetulan tempatnya tidak terlalu jauh dari Bangka Belitung. Tepatnya di kaki Myanmar," kata Dahlan ketika ditemui Seruu.com, Kamis (22/11/12).

Corsec PT Timah menambahkan, perseroan akan mengikuti keputusan pemerintah setempat bagaimana komposisi pembagian hasil eksplorasi di tambang tersebut dengan perbandingan 80% untuk Timah dan 20% pihak Myanmar. Sedangkan rencana pemurnian di Myanmar menurut Agung tergantung pada proses administrasi, yang diperkirakan 2013.

"Bila cadangan bagus maka kami akan bangun smelter, kira-kira tahun 2014 atau tergantung keadaan dan hasil eksplorasi. Kami belum tahu produksinya berapa karena tergantung hasil ekplorasinya," pungkas Agung. [Ain]

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: (0 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU