Bupati Kutai Timur Sebut C n C Buat Investor diDaerah Terkatung-katung
Bupati Kutai Timur Isran Noor saat memberikan keterangan kepada wartawan seusai sidang di Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Kamis (22/11/2012) sore (Foto: Nurul Ainiyah/Seruu.com)
Itu kan terkatung-katung nggak jelas, jadi sekarang banyak yang mengeluh pengusaha karena C n C nggak selesai. Akibatnya akan merembet ke lembaga lain yaitu kehutanan yang tidak akan memproses pinjam pakai dan pinjam kawasan hutan kalau tidak C n C, kacau itu namanya kasihan pengusahanya - Isran Noor

Jakarta, Seruu.com - Meskipun jelas disampaikan Kepala Biro Hukum KESDM, Susyanto bahwa C n C sengaja dibuat pada masa transisi karena peralihan dari UU lama ke UU Minerba No 4 tahun 2009 agar IUP dinyatakan clear untuk menghindari konflik. Dan dengan dijadikannya syarat mutlak maka secara otomastis C n C tidak bisa dicabut karena memiliki dasar hukum,  serta menjadi syarat agar perusahaan bisa kembali melakukan ekspor.

“Tidak bisa dicabut karena akan menimbulkan kekacauan di pertambangan, saya tegaskan itu transisi lah. Karena ini dikeluarkan Minerba maka jelas Permen ESDM yang jadi payung hukumnya,” tegas Susyanto, Jumat (23/11/2012) lalu.

Isran Noor, Bupati Kutai Timur tetap kuat dengan pendapatnya bahwa ia tidak melihat  persyaratan C n C berdasarkan Permen ESDM. Isran menjelaskan, C n C waktu diputuskan dijadikan syarat hanya berupa  kesepakatan dari rapat di kantor Ditjen Minerba.

"Itu yang dijadikan acuan, tapi tidak mempunyai satu acuan kekuatan hukum. Saya tidak melihat Permen itu dan sampai sekarang saya tidak melihat itu aturan dari Permen, alasannya juga tidak jelas," kata Isran kepada Seruu.com, Senin (26/11/12).

Dengan adanya persyaratan C n C kini yang justru terjadi menurut Isran banyak sekali investor di daerah yang mengalami stagnasi. Bahkan Pemerintah Pusat seringkali menyebut C n C untuk menghindari overlapping lahan, tapi baginya yang tahu persis tumpang tindih adalah masyarakat dengan kepala daerah, "Itu kan terkatung-katung nggak jelas, jadi sekarang banyak yang mengeluh pengusaha karena C n C nggak selesai. Akibatnya akan merembet ke lembaga lain yaitu kehutanan yang tidak akan memproses pinjam pakai dan pinjam kawasan hutan kalau tidak C n C, kacau itu namanya kasihan pengusahanya," tutup Isran.[Ain]
 

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: (0 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU