Harga Minyak Rabu Pagi Ini Turun
Ilustrasi (Istimewa)

New York, Seruu.com - Harga minyak turun pada Selasa (Rabu pagi WIB), karena keraguan investor tentang dana talangan ketiga Yunani membayangi data ekonomi menggembirakan di Amerika Serikat, konsumen minyak mentah terbesar di dunia.

Kontrak utama New York, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Januari, menetap di 87,18 dolar AS per barel, turun 56 sen dari penutupan Senin, lapor AFP.

Di perdagangan di London, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Januari turun 1,05 dolar AS menjadi 109,87 dolar AS per barel.

"Kami memiliki beberapa data AS yang layak, tetapi pasar sangat banyak terfokus pada apa yang terjadi di Eropa," kata Matt Smith dari Summit Energy.

Minyak mentah berjangka pada awalnya "rebound" (berbalik naik) setelah pengumuman kesepakatan penyelamatan untuk Yunani dari Eropa

Union dan Dana Moneter Internasional (IMF) yang diperjuangkan mati-matian pada Selasa pagi.

Lembaga pemeringkat Fitch mengatakan, kesepakatan itu "mengurangi ancaman langsung gagal bayar (default) utang negara Yunani atau keluar zona euro."

Tetapi, Fitch memperingatkan pertanyaan kunci tetap tentang bagaimana dana talangan akan bekerja dan risiko implementasi itu adalah tinggi.

"Tampaknya peran dana talangan itu telah kehilangan sedikit magisnya," kata Phil Flynn di Price Futures Group. "Barangkali karena pasar tidak yakin bahwa ketentuan dari dana talangan Yunani itu benar-benar akan bekerja."

Analis GFT, Fawad Razaqzada, mencatat bahwa minyak mentah berjangka juga mengikuti euro, yang melemah terhadap dolar setelah berita kesepakatan Yunani.

Sebuah dolar yang kuat membuat minyak mentah lebih mahal dalam mata uang lain, sehingga cenderung untuk membatasi permintaan.

Investor tetap berhati-hati menjelang "jurang fiskal" yang kian mendekat di Amerika Serikat -- kombinasi dari kenaikan pajak dan pemotongan belanja besar -- yang akan mulai berlaku awal bulan Januari jika para politisi tidak bisa kompromi pada rencana alternatif pemotongan defisit.

"Ketidakpastian lainnya, jurang fiskal AS, masih di depan kita," kata analis pialang minyak PVM, Tamas Varga.[ant]

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: (0 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU