Pengurusan C n C di Ditjen Minerba Janjikan Verifikasi Tak Berbelit
Direktur Pembinaan Pengusahaan Mineral Ditjen Minerba KESDM, Dede Suhendra (Foto: Ain/Seruu.com)

Jakarta, Seruu.com – Banyaknya pihak yang menuding mulai dari pengusaha hingga Pemerintah Daerah persyaratan C n C hanya dimanfaatkan oleh oknum pusat sebagai ATM dan mengambil keuntungan dari pengusaha di daerah. Bahkan C n C kini semakin dipersulit hingga membuat investor terkatung-katung.

Seperti diungkapkan Bupati kutai Timur Isran Noor empat  hari lalu kepada Seruu.com menginpirasi Direktorat Jendral Mineral dan Batubara KESDM membuka loket pengurusan syarat C n C di Kantor Minerba Jl. Prof. Dr. Soepomo.

Direktur Pembinaan Pengusahaan Mineral Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral Dede Suhendra, menuturkan bahwa loket tersebut diadakan agar pengurusan berkas syarat diterbitkannya sertifikat C n C bagi IUP lebih tertib dan semua permohonan yang terkait dengan perijinan hanya lewat satu pintu.

“Jadi yang terkait IUP dengan perijinan persetujuan rekomendasi itu disitu. Semua bisa diurus di sana, untuk ijin usaha jasa, pemohon IUP operasi produksi khusus pengolahan pemurnian, ijin usaha pertambangan operasi produksi khusus angkut jual, laporan-laporan bulanan, bahkan sampai tahunan,” jelas Dede Kamis (29/11/2012) kemarin sore.

Selain itu, menurutnya loket tersebut akan lebih mempermudah pengurusan masalah-masalah dalam C n C karena terkadang begitu berkas masuk ke Ditjen Minerba ternyata tidak lengkap, padahal yang diproritaskan terlebih dahulu adalah kelengkapan berkas. Perusahaan juga bisa menghemat waktu karena dijanjikan paling tidak bila persyaratan lengkap hanya dalam 2 minggu C n C bisa rampung.

“Begitu masuk kalaupun lengkap dari segi perijinan, kadang-kadang sisanya juga tidak sesuai dengan seperti yang kami inginkan. Misalnya dia terbitnya th 2007, dari th 2007 sampai sekarang kita lihat bayar nggak  royaltinya, kalau nggak bayar kita ajukan permintaan tidak bayar kita hitung kekurangan bayarnya sekaligus dendanya. Apalagi yang sudah lama ijinnya 5-6 tahun kebelakang kita lihat kewajiban-kewajibannya. Normalnya  sekitar 2 minggu," paparnya.

Sebelumnya, Dirjen Minerba Thamrin Sihite juga dengan sistim ini (loket – red) mampu memferfikasi IUP. Sehingga mampu merubah image pertambangan yang sekarang menjadi rusak karena seolah-olah merusak lingkungan akibat IUP tidak memiliki dokumen lingkungan, tidak membayar PNBP dan lainnya, juga menutup kesempatan bagi calo-calo yang mentransaksikan pengurusan C n C.

"Kalau di kita ini menurut prosedurnya sekarang agak berbelit-belit itu nggak bener, lihat sekarang ini kalau dulu pertama kali bayangkan ijin itu 10.000 ini semua berkeliaran dulu saya nggak bisa control, banyak calo-calo. Kita melalui ini (loket pengurusan IUP) sekarang semua mengenai ijin nggak boleh masuk kemana-mana, kalau disebut ATM nggak bener," tegas Thamrin,  Selasa (27/11/2012). [Ain]

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: star goldstar goldstar goldstar goldstar gold (1 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU