Effendi Simbolon: Tidak Akan Ada Lagi Tambahan Kuota BBM Tahun Depan!
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Effendi Simbolon (Foto: Aini/ Seruu.Com)

Jakarta, Seruu.com - Komisi VII DPR RI  baru saja menyetujui penambahan kuota BBM Bersubsidi untuk 2012 sebesar 1,23 juta KL dengan rincian 500 ribu KL untuk premium/biopremium dan 730 ribu KL untuk solar/biosolar. Tidak hanya kali ini Kementrian ESDM meminta tambahan kuota, sebelumnya juga Menteri ESDM Jero Wacik mangajukan tambahan kuota sebesar 4 juta KL kepada DPR.

Opsi meminta tambahan kuota ini ditentang keras oleh Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Effendi Simbolon, ia menegaskan meski kini Komisi VII mengabulkan 1,23 juta KL dengan catatan keras, tidak boleh ada lagi jedah kekosongan dari BBM subsidi itu juga adanya jaminan pasokan BBM subsidi, tetapi ke depan Effendi menyatakan Komisi VII akan menolak bila ESDM mengajukan tambahan kuota kembali.

"Tidak lagi biarkan tolelir seperti ini karena ini sudah diremote oleh para spekulan diremote oleh para mafia BBM, kita dikendalikan betul, di satu sisi pemerintah tepuk tangan dengan pertumbuhan otomotif dan kendaraan roda dua, tetapi di sisi lain tidak membangun sarana transportasi umum", tegasnya ketika ditemui seusai RDP dengan Menteri ESDM, Pertamina dan BPH Migas di Jakarta, Senin (3/12/2012).

Meskipun demikian, politisi PDIP ini yakin bahwa tahun depan penambahan kuota  BBM subsidi akan terjadi lagi. Sepanjang alasan klasik seperti disparitas harga, juga karena memang kontrolnya sangat terpengaruh oleh pihak yang berkepentingan terhadap adanya BBM bersubsidi. Maka, menurutnya bila memakai sistim online akan mampu meminimalisir penyalahgunaan BBM subsidi.

"Kalau kita pakai sistem online yang bisa meminimalisir kita bisa control peredaran distribusi itu, kalau tidak maka tahun depan akan berulang. Pemerintah juga bangunlah fasilitas transportasi umum sehingga orang tidak konsumsi BBM ini yang tidak kita lihat konsistensi dalam pembangunan. Bahkan seperti konversi gas, semangatnya hanya sebatas speaker saja", tuturnya.

Effendi memberikan gambaran akan kinerja Pertamina selama ini yang masih manual, hingga apapun konsekuensi dihadapi trrmasuk terjadinya over kuota. Ia berpendapat selama ini dalam  mendistribusikan BBM bersubsidi Pertamina mendapat upah keuntungan corporate lebih  tinggi di PSO, artinya Pertamina ditopang sekali keuntungannya dari PSO berupa menghantarkan BBM subsidi ke masyarakat melalui depo.

"Sekarang kita lihat sampai ke SPBU dan end user ambillah dari SPBU, selama ini kita tidak tahu kontrollnya. Kita tidak cukup mengandalkan kontrol dari BPH Migas yang gampang aja, dengan alat gunakan teknologi sehingga control dan bisa lihat peredaran uangnya dari akses sistem", pungkas Wakil Ketua Komisi VII DPR ini.[Ain]

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: (0 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU