Awas, Tambahan BBM Subsidi Rentan Diselundupkan Lagi
Foto Ilustrasi
Penyelundupan BBM bersubsidi tempo hari ke Timor Leste yang berhasil digagalkan Bea Cukai di NTT bahkan diketahui Menkeu dan Pertamina - Addhie Massardi

Jakarta, Seruu.com - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) melalui Komisi VII akhirnya menyetujui penambahan kuota BBM bersubsidi yang diajukan pemerintah, dalam hal ini Kementerian ESDM sebesar 1,23 juta Kilo Liter (KL).

Penambahan kuota BBM bersubsidi ini disetujui untuk menjamin pasokan BBM yang ada di masyarakat. Terlebih belakangan ini sudah terjadi kelangkaan BBM di sejumlah daerah.

Meski demikian, langkah pemerintah yang meminta tambahan kuota BBM bersubsidi ke DPR ini dikritik oleh Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB) Addhie Massardi. Addhie menilai, hingga saat ini pemerintah tidak transparan dalam menghitung subsidi BBM. Mantan juru bicara era Presiden Abdurrahmah Wahid (Gus Dur) ini mencium bahwa jebolnya kuota BBM berusbsidi 2012 lantaran adanya praktik korupsi dan mafia yang tidak pernah diungkap.

"Penyelundupan BBM bersubsidi tempo hari ke Timor Leste yang berhasil digagalkan Bea Cukai di NTT bahkan diketahui Menkeu dan Pertamina," kata Adhie kepada Seruu.com di Jakarta, Selasa (04/12/2012).

Pun demikian, untuk penambahan kuota BBM bersubsidi yang baru saja disetujui oleh DPR sangat rawan diselewengkan melalui berbagai modus, seperti penyelundupan.

"Tapi sulit dideteksi karena penyelundupnya juga bekerja sama dengan penguasa. Kalau tidak ada petugas Bea Cukai yang jujur, tidak akan ketahuan," ujarnya.

Diketahui, meski DPR menyetujui penambahan kuota BBM bersubsidi, namun anggota dewan tetap memberikan catatan tegas, diantaranya adalah meminta pemerintah melakukan audit atas pengadaan dan penyaluran BBM subsidi tahun 2012. Pemerintah juga diminta meningkatkan pengawasan penyaluran BBM subsidi, serta menerapkan sistem monitoring distribusi BBM bersubsidi secara online sampai ke SPBU.

Terkahir, DPR meminta pemerintah tidak mengajukan penambahan kuota BBM subsidi sepanjang bulan Desember ini. Sebab, pengajuan yang baru saja disetujui DPR, adalah kali kedua dalam satu tahun ini. [nurholis]

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: (0 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU